LAMPUNG SELATAN, 13 November 2025 – Universitas Islam An Nur (UI An Nur) Lampung secara resmi meluncurkan Program Magang ke Jepang sekaligus melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Pusat dan Global Mirai Internasional (GMI). Acara yang berlangsung khidmat di Kampus UI An Nur, Jati Agung, pada Kamis (13/11) ini menandai langkah strategis kampus dalam mencetak lulusan berdaya saing global sekaligus menjadi solusi atas tantangan ketenagakerjaan.
Rektor UI An Nur Lampung, Dr. K.H. Andi Warisno, M.M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata dari visi “Kampus Berdampak”. Ia menyoroti fenomena banyak generasi muda yang terpaksa putus kuliah demi bekerja karena desakan ekonomi. Melalui program ini, UI An Nur memberikan jalan tengah: mahasiswa dapat bekerja di Jepang untuk meningkatkan taraf ekonomi, namun hak pendidikan mereka tetap terjamin melalui sistem perkuliahan daring.
“Harapan kita, anak-anak yang magang lewat kita itu berangkat ke Jepang namun tetap bisa kuliah secara daring. Sehingga saat pulang nanti (setelah kontrak 3 tahun), mereka tinggal penyelesaian studi dan wisuda. Pulang bawa modal, punya rumah, dan tetap menjadi sarjana,” ujar Dr. Andi Warisno di hadapan civitas akademika dan tamu undangan.
Rektor juga menekankan bahwa kampus tidak boleh menjadi “Menara Gading” yang megah sendiri namun tidak memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Program ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi masyarakat Lampung yang ingin bekerja ke luar negeri namun terkendala akses pendidikan dan biaya.
Solusi Pembiayaan yang Meringankan
Selain integrasi akademik, program ini juga menawarkan solusi finansial yang menjadi terobosan baru. Ketua Tim Pelaksana Pemagangan Luar Negeri, Anik Irfanudin, S.T., mengungkapkan bahwa SNNU bekerjasama dengan lembaga keuangan seperti Baznas dan perbankan untuk memberikan dana talangan biaya keberangkatan.
“Banyak LPK mematok harga tinggi hingga puluhan juta rupiah di awal, yang memberatkan calon peserta. Kami hadir memberikan solusi dengan skema pembiayaan yang bisa dibayarkan nanti saat peserta sudah bekerja di sana,” jelas Anik.
UI An Nur Jadi Sentral Pembinaan Sumatera
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Global Mirai Internasional (GMI), Bima Sigit, memaparkan data mengenai “Demographic Bonus” Indonesia yang berbanding terbalik dengan kondisi Jepang yang mengalami penurunan populasi produktif. Ia menyebut tahun 2030 hingga 2045 adalah momentum emas bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengisi kekosongan pasar kerja di Jepang.
Sebagai tindak lanjut dari kerjasama ini, UI An Nur Lampung diproyeksikan akan menjadi sentral pembinaan dan karantina peserta magang untuk wilayah Pulau Sumatera. “Kami berencana menjadikan Universitas Islam An Nur ini sebagai pusat karantina untuk wilayah Pulau Sumatera,” tambah Anik Irfanudin, menegaskan kepercayaan SNNU terhadap kredibilitas kampus tersebut.
Acara peluncuran ditutup dengan penandatanganan dokumen kerjasama dan sesi foto bersama antara pimpinan universitas, pengurus SNNU Pusat dan Daerah, serta manajemen Global Mirai Internasional. Program ini terbuka bagi mahasiswa dan masyarakat umum (laki-laki dan perempuan) berusia produktif 18-26 tahun yang memiliki tekad kuat untuk maju. (Humas)