Perjanjian Aqabah 1 dan 2

Latar belakang terjadinya perjanjian Aqabah ini bermula pada saat musim haji tiba, maka orang-orang yang berniat akan melaksanakan ibadah haji pada berdatangan ke kota Mekkah dari seluruh penjuru negeri termasuk dari negeri Yatsrib (Madinah sekarang).

Pada saat rombongan haji dari Yastrib itu tiba di kota Makkah, lalu Nabi Muhammad saw menemui mereka kemudian Nabi saw menyampaikan dakwah pada rombongan itu, dan terjadilah sebuah perjanjian yang di sebut dengan perjanjian Aqabah.

Pada tahun ke 12 dari kenabian, yang bertepatan dengan tahun 621 Masehi, saat itu Nabi Muhammad saw menemui rombongan haji dari kota Yatsrib. Rombongan haji tersebut berjumlah sekitar 12 orang, kemudian Nabi Muhammad saw menyampaikan dakwahnya kepada rombongan haji tersebut.

Dakwah Nabi saw mendapat sambutan yang baik sehingga mereka menyatakan keislamannya di hadapan Nabi Muhammad saw. Mereka melakukan baiat kepada Nabi di salah satu bukit di kota Mekkah, yaitu bukit Aqabah. Maka baiat ini disebut dengan Bait ‘aqabah pertama.

Berikut Isi Perjanjian Aqabah yang Ke-1

1. Mereka menyatakan setia kepada Nabi Muhammad saw.
2. Mereka menyatakan rela berkurban harta dan jiwa.
3. Mereka bersedia ikut menyebarkan ajaran Islam yang dianutnya.
4. Mereka menyatakan tidak akan menyekutukan Allah swt.
5. Mereka menyatakan tidak akan membunuh.
6. Mereka menyatakan tidak akan melakukan kecurangan dan kedustaan.

Baiat pertama disebut bai’at wanita karena tidak meliputi perang dan perang tidak terjadi, kecuali setelah pembinaan pikiran dan akidah pada tiap orang. Strategi pengembangan Islam di Yastrib, Nabi Muhammad mengirim Mus’ab bin umair bergabung dengan rombongan yang pulang ke Yastrib.

Tugas Mus’ab adalah untuk membantu penduduk Yatsrib yang telah menyatakan keislamannya dalam menyebarkan ajaran Islam di kota tersebut. Dia membacakan Al-Qur’an menjelaskan tentang Islam kepada mereka. Selanjutnya Mus’ah menjadi guru mengaji di Madinah dan imam dalam shalat, karena golongan Aus dan Khazraj membenci kalau salkh satu dari mereka rnenjadi imam.

Pada tahun ke-13 kenabian bertepatan dengan tahun 622 Masehi, jamaah Yatsrib datang kembali ke kota Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. Jamaah tersebut berjumlah sekitar 73 orang. Setibanya di kota Mekkah mereka menemui Nabi Muhammad saw. dan atas nama penduduk Yatsrib mereka menyampaikan pesan untuk disampaikan kepada Nabi Muhammad saw.

Pesan itu adalah berupa permintaan masyarakat Yatsrib agar Nabi Muhammad saw. bersedia datang ke kota mereka, memberikan penerangan tentang ajaran Islam dan sebagainya. Permohonan itu dikabulkan Nabi Muhammad saw. dan beliau menyatakan kesediaannya untuk datang dan berdakwah di sana.