Menu Tutup

Apa saja contoh perilaku bullying?

Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara berulang-ulang dan sengaja untuk menyakiti atau mengintimidasi orang lain yang lebih lemah atau rentan. Bullying dapat berdampak negatif bagi korban maupun pelaku, seperti menurunnya kesehatan mental, fisik, dan emosional, serta meningkatnya risiko depresi, kecemasan, bunuh diri, dan kekerasan. Berikut adalah beberapa contoh perilaku bullying yang sering terjadi:

Bullying Fisik

Bullying fisik adalah tindakan menyakiti tubuh atau barang milik orang lain dengan cara menyerang, mendorong, menampar, menendang, mencubit, menjambak, memukul, atau merusak. Contoh bullying fisik antara lain:

  • Menyiram air dingin ke teman yang sedang mandi di asrama sekolah.
  • Mencuri sepeda milik teman dan menghancurkannya.
  • Menyodok teman dengan sengaja saat berjalan di koridor sekolah.
  • Menyuntikkan jarum ke tangan teman saat pelajaran biologi.

Bullying Verbal

Bullying verbal adalah tindakan menyakiti perasaan atau harga diri orang lain dengan cara menghina, mencemooh, mengejek, mengolok-olok, mengancam, atau menyebarkan gosip. Contoh bullying verbal antara lain:

  • Menyebut teman dengan julukan yang tidak disukai, seperti “gajah”, “kumis”, “bodoh”, atau “jelek”.
  • Menertawakan teman yang mendapat nilai jelek atau salah menjawab pertanyaan guru.
  • Mengatakan bahwa teman tidak pantas bergaul dengan kelompok tertentu karena alasan ras, agama, jenis kelamin, orientasi seksual, atau status sosial.
  • Menyebar rumor bahwa teman memiliki penyakit menular atau hubungan terlarang.

Bullying Sosial

Bullying sosial adalah tindakan mengucilkan atau mengganggu hubungan sosial orang lain dengan cara mengabaikan, mengecualikan, menjauhi, memfitnah, atau mempengaruhi orang lain untuk tidak berteman. Contoh bullying sosial antara lain:

  • Tidak mengundang teman ke pesta ulang tahun atau acara lainnya.
  • Tidak memberi salam atau berbicara dengan teman saat bertemu di sekolah atau tempat umum.
  • Menghapus teman dari grup media sosial atau tidak memberi komentar atau like pada postingannya.
  • Menyebarkan isu bahwa teman telah berkhianat atau berselingkuh dengan pacar orang lain.

Bullying Siber

Bullying siber adalah tindakan bullying yang dilakukan melalui media elektronik, seperti internet, ponsel, atau media sosial. Bullying siber dapat berupa bullying verbal, sosial, atau bahkan fisik. Contoh bullying siber antara lain:

  • Mengirim pesan atau email yang mengandung kata-kata kasar, ancaman, atau permintaan seksual kepada teman.
  • Membuat akun palsu dengan identitas teman dan mengirimkan postingan atau komentar yang memalukan, provokatif, atau menyesatkan.
  • Mengunggah foto atau video teman tanpa izin atau dengan mengeditnya agar terlihat buruk atau lucu.
  • Melakukan serangan siber, seperti hacking, phishing, atau malware, untuk merusak data atau perangkat milik teman.

Cara Mengatasi Bullying

Bullying adalah masalah serius yang harus diatasi dengan cara yang tepat dan efektif. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh korban, pelaku, maupun pihak lain yang terlibat dalam bullying:

  • Korban: Jangan diam atau menyerah saat mengalami bullying. Berani melawan dengan cara yang positif, seperti mengatakan “berhenti” dengan tegas, menjauh dari situasi, melaporkan kepada orang tua, guru, atau pihak berwenang, mencari dukungan dari teman atau keluarga, dan menjaga kesehatan mental dan fisik.
  • Pelaku: Sadari bahwa perilaku bullying adalah salah dan berhenti melakukannya. Mintalah maaf kepada korban dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Cari bantuan dari orang tua, guru, atau konselor untuk mengetahui alasan di balik perilaku bullying dan cara mengubahnya menjadi perilaku yang lebih baik.
  • Pihak lain: Jangan menjadi penonton atau pendukung bullying. Bantu korban dengan cara memberi semangat, menemani, melindungi, atau melaporkan kejadian bullying. Lawan pelaku dengan cara menolak ikut serta dalam bullying, menegur, atau mengajak berdamai. Promosikan budaya anti-bullying di lingkungan sekitar dengan cara mengedukasi, menyosialisasikan, atau mengkampanyekan nilai-nilai positif.
Posted in Ragam

Artikel Lainnya