Begawi adalah upacara adat yang sarat makna dalam budaya masyarakat Lampung, khususnya komunitas Pepadun. Upacara ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap tradisi leluhur, tetapi juga berfungsi sebagai sarana peningkatan status sosial melalui pemberian gelar adat.
Pengertian Begawi dalam Konteks Adat Lampung
Secara etimologis, “begawi” berasal dari kata “gawi” yang berarti pekerjaan atau aktivitas. Dalam konteks adat, begawi merujuk pada serangkaian upacara yang dilaksanakan untuk menandai peristiwa penting dalam siklus kehidupan, seperti pernikahan, pemberian gelar, atau ritus lainnya. Salah satu bentuk paling signifikan adalah Begawi Cakak Pepadun, yang khusus dilaksanakan oleh masyarakat Lampung Pepadun.
Tujuan dan Makna Filosofis Begawi
Tujuan utama dari pelaksanaan begawi adalah pemberian gelar adat kepada individu, yang mencerminkan peningkatan status sosial dalam komunitas. Gelar-gelar tersebut memiliki hierarki tertentu, antara lain Suttan, Pangeran, Rajo, Ratu, dan Batin. Melalui begawi, seseorang diangkat menjadi penyimbang, yaitu pemegang kedudukan adat tertinggi yang memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan.
Secara filosofis, begawi mencerminkan nilai-nilai egaliter dan keterbukaan. Setiap individu memiliki kesempatan untuk memperoleh gelar adat melalui upacara ini, tanpa memandang jenis kelamin atau status pernikahan. Hal ini berbeda dengan tradisi Lampung Saibatin, di mana gelar adat diberikan berdasarkan garis keturunan dan hanya kepada laki-laki yang sudah menikah.
Proses dan Tahapan Pelaksanaan Begawi
Pelaksanaan begawi biasanya berlangsung selama tujuh hari tujuh malam, dengan rangkaian kegiatan yang telah ditetapkan oleh tetua adat. Tahapan-tahapan tersebut meliputi:
- Ngakuk Muli (Lamaran): Proses awal di mana pihak keluarga pria mengajukan lamaran kepada keluarga wanita.
- Pepung Marga (Sidang Marga): Musyawarah antara keluarga besar untuk membahas persiapan dan teknis pelaksanaan begawi.
- Penjemputan Mempelai Wanita: Pengantin wanita dijemput menggunakan khatow (kereta kencana) menuju kediaman mempelai pria.
- Ritual Turun Diway: Upacara mencuci kaki sebagai simbol penyucian dan penghormatan.
- Musyawarah Adat (Merwatin): Diskusi adat yang melibatkan para penyimbang untuk menetapkan gelar yang akan diberikan.
- Pemberian Gelar Adat: Penobatan gelar kepada mempelai, ditandai dengan pemukulan canang (instrumen musik tradisional Lampung).
- Musek: Acara pemberian hadiah dan nasihat dari keluarga besar kepada pasangan pengantin.
Setiap tahapan dalam begawi sarat dengan simbolisme dan nilai-nilai budaya yang mendalam, mencerminkan kearifan lokal masyarakat Lampung.
Perbedaan Antara Begawi dan Tradisi Adat Lampung Saibatin
Meskipun sama-sama berasal dari Lampung, terdapat perbedaan mendasar antara tradisi begawi dalam komunitas Pepadun dan tradisi adat dalam komunitas Saibatin. Dalam begawi, pemberian gelar adat bersifat terbuka dan dapat diperoleh oleh siapa saja melalui upacara tertentu. Sebaliknya, dalam tradisi Saibatin, gelar adat diwariskan secara turun-temurun berdasarkan garis keturunan, dan biasanya hanya diberikan kepada laki-laki yang sudah menikah.
Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Begawi
Begawi tidak hanya sekadar upacara adat, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman hidup masyarakat Lampung, antara lain:
- Piil-Pusanggiri: Menjaga harga diri dan martabat.
- Juluk-Adok: Memiliki perilaku yang sesuai dengan gelar yang disandang.
- Nemui-Nyimah: Bersikap ramah dan terbuka terhadap tamu.
- Nengah-Nyappur: Aktif dalam pergaulan sosial dan tidak bersikap individualis.
- Sakai-Sambaian: Saling membantu dan bekerja sama dalam komunitas.
Nilai-nilai tersebut tercermin dalam setiap tahapan begawi, menjadikannya sebagai sarana pembelajaran dan internalisasi budaya bagi generasi muda.
Kesimpulan
Begawi merupakan tradisi adat yang kaya akan makna dan nilai-nilai luhur dalam budaya Lampung Pepadun. Melalui upacara ini, masyarakat tidak hanya melestarikan warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan identitas komunitas. Pemahaman dan pelestarian begawi menjadi penting dalam menjaga keberlanjutan budaya Lampung di tengah arus modernisasi.
Referensi:
- GenPI. (2023). Begawi Adat Lampung. Diakses dari https://genpi.id/begawi-adat-lampung/
- Kelampung.com. (2023). Mengenal Upacara Begawi Adat: Tradisi Khas Suku Lampung. Diakses dari https://www.kelampung.com/mengenal-upacara-begawi-adat-tradisi-khas-suku-lampung/
- Wikipedia Bahasa Indonesia. (2023). Begawi. Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Begawi