Menu Tutup

Dasar Pemeranan Teater Modern

Teater modern adalah salah satu bentuk seni pertunjukan yang berkembang di Indonesia sejak awal abad ke-20. Teater modern memiliki ciri-ciri seperti menggunakan naskah yang menggambarkan kehidupan sehari-hari, mengutamakan realisme dalam pemeranan, dan mengeksplorasi berbagai teknik dan gaya akting. Dalam artikel ini, kita akan membahas dasar-dasar pemeranan teater modern, yaitu:

Konsep Akting dalam Teater Modern

Akting adalah penampilan pemeran melalui gerak tubuh, ekspresi wajah, dan emosi ketika memerankan tokoh cerita di hadapan penonton. Akting bukanlah perilaku biasa yang dilakukan oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari, tetapi adalah perlakuan yang secara sadar dilakukan oleh pemeran untuk meyakinkan orang lain bahwa ia adalah seseorang yang lain atau sesuai dengan kebutuhan lakon1.

Ada dua jenis akting yang umum digunakan dalam teater modern, yaitu akting presentasional dan akting representasional. Akting presentasional adalah akting yang memadukan tubuh, roh, dan jiwa dari karakter yang ada di dalam naskah ke dalam diri pemeran. Akting ini menghasilkan mutu akting yang wajar, indah, dan tepat sebagai seni pertunjukan. Akting ini mengacu pada metode realisme Konstantin Stanislavski, seorang sutradara dan teoritikus teater Rusia2.

Akting representasional adalah akting yang menitikberatkan pada gerakan-gerakan lahiriah tanpa merinci detail gerakan-gerakan batin. Akting ini merupakan bentuk sajian teater yang paling tua, dan bertahan hingga kini dalam sejumlah sajian teater tradisional. Akting ini lebih mengandalkan simbol-simbol dan konvensi-konvensi teatrikal2.

Teknik Dasar Akting dalam Teater Modern

Untuk dapat melakukan akting dengan baik, seorang pemeran harus melatih beberapa aspek dasar akting, yaitu:

Olah Tubuh

Olah tubuh adalah latihan untuk menguasai gerak tubuh yang sesuai dengan karakter peran dan situasi lakon. Olah tubuh meliputi latihan keseimbangan, koordinasi, fleksibilitas, kekuatan, ketepatan, dan ekspresivitas tubuh. Olah tubuh juga membantu pemeran untuk meningkatkan konsentrasi, stamina, dan kreativitas1.

Beberapa contoh latihan olah tubuh adalah:

  • Latihan relaksasi: untuk melepaskan ketegangan otot dan pikiran.
  • Latihan isolasi: untuk menggerakkan bagian-bagian tubuh secara terpisah dan terkontrol.
  • Latihan imitasi: untuk menirukan gerak tubuh orang lain atau benda-benda tertentu.
  • Latihan improvisasi: untuk menciptakan gerak tubuh secara spontan dan bebas.
  • Latihan karakterisasi: untuk menyesuaikan gerak tubuh dengan karakter peran.

Olah Suara

Olah suara adalah latihan untuk menghasilkan suara yang jelas, keras, variatif, dan ekspresif. Suara merupakan faktor penting dalam akting karena sebagai penyampai pesan kepada penonton. Olah suara meliputi latihan pernapasan, artikulasi, intonasi, modulasi, proyeksi, dan interpretasi1.

Beberapa contoh latihan olah suara adalah:

  • Latihan pernapasan: untuk mengatur aliran udara dari paru-paru ke pita suara.
  • Latihan artikulasi: untuk melafalkan kata-kata dengan jelas dan tepat.
  • Latihan intonasi: untuk memberikan nada naik-turun pada suara sesuai dengan makna kalimat.
  • Latihan modulasi: untuk mengubah volume, tempo, ritme, dan nada suara sesuai dengan suasana hati dan emosi.
  • Latihan interpretasi: untuk memberikan makna dan emosi pada kata-kata yang diucapkan.

Olah Emosi

Olah emosi adalah latihan untuk mengeluarkan dan mengendalikan emosi yang sesuai dengan karakter peran dan situasi lakon. Emosi merupakan faktor penting dalam akting karena sebagai penjiwaan dari karakter peran. Olah emosi meliputi latihan ingatan, imajinasi, identifikasi, dan ekspresi.

Beberapa contoh latihan olah emosi adalah:

  • Latihan ingatan: untuk mengingat kembali pengalaman-pengalaman pribadi yang berkaitan dengan emosi yang dibutuhkan.
  • Latihan imajinasi: untuk membayangkan situasi-situasi yang dapat membangkitkan emosi yang dibutuhkan.
  • Latihan identifikasi: untuk menempatkan diri sebagai karakter peran dan merasakan apa yang dirasakan oleh karakter tersebut.
  • Latihan ekspresi: untuk menunjukkan emosi melalui gerak tubuh, suara, dan wajah.

Gaya Akting dalam Teater Modern

Selain teknik dasar akting, seorang pemeran juga harus mengetahui gaya akting yang sesuai dengan genre dan tema lakon. Gaya akting adalah cara pemeran memerankan karakter peran dengan menggunakan teknik-teknik tertentu. Gaya akting dapat berbeda-beda tergantung pada visi sutradara, naskah, dan penonton.

Beberapa contoh gaya akting dalam teater modern adalah:

Realisme

Realisme adalah gaya akting yang menampilkan kehidupan sehari-hari secara alami, tanpa dramatisasi atau penyimpangan dari kenyataan. Realisme mengutamakan kejujuran, kesesuaian, dan keterlibatan emosional dari pemeran. Realisme mengacu pada metode Stanislavski yang telah disebutkan sebelumnya.

Absurdisme

Absurdisme adalah gaya akting yang menampilkan kehidupan yang tidak masuk akal, tidak logis, dan tidak beraturan. Absurdisme bertujuan untuk mengekspresikan ketidakberdayaan manusia dalam menghadapi dunia yang tidak berarti. Absurdisme mengutamakan kebebasan, kreativitas, dan ironi dari pemeran. Absurdisme mengacu pada karya-karya dramawan seperti Samuel Beckett, Eugene Ionesco, dan Harold Pinter.

Brechtian

Brechtian adalah gaya akting yang menampilkan kehidupan sebagai suatu proses sosial yang dapat diubah dan dikritik. Brechtian bertujuan untuk membangkitkan kesadaran politik dan sosial dari penonton. Brechtian mengutamakan jarak, refleksi, dan kontradiksi dari pemeran. Brechtian mengacu pada konsep teater epik dari Bertolt Brecht, seorang dramawan dan teoritikus teater Jerman.

Sumber:
(1) Pengertian Seni Teater dan Teknik Dasar Akting: Olah Tubuh, Olah Suara …. https://www.suara.com/lifestyle/2021/09/16/101000/pengertian-seni-teater-dan-teknik-dasar-akting-olah-tubuh-olah-suara-olah-rasa.
(2) Konsep Teater Modern: Pemeranan, Olah Tubuh, Improvisasi, dsb. https://serupa.id/konsep-teater-modern-pemeranan-olah-tubuh-improvisasi-dsb/.
(3) Pemeranan Seni Teater Modern, Ini Penjelasan Konsepnya. https://kumparan.com/kabar-harian/pemeranan-seni-teater-modern-ini-penjelasan-konsepnya-1woAqcmUhto.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya