Pengertian Kulit
Kulit adalah lapisan luar yang menutupi tubuh sebuah vertebrata1. Kulit terdiri atas epidermis, dermis, dan hipodermis12. Kulit merupakan organ tubuh paling besar yang melapisi seluruh bagian tubuh3. Kulit memiliki berbagai fungsi, seperti alat ekskresi, penghalang terhadap infeksi, pelindung dari sinar ultraviolet, isolasi, pengaturan suhu, sensasi, sintesis vitamin D, dan perlindungan vitamin B folates2.
Fungsi Kulit
Alat Ekskresi
Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena adanya kelenjar keringat (kelenjar sudorifera) yang terletak di lapisan dermis1. Kelenjar keringat menghasilkan keringat yang mengandung air, garam, urea, asam laktat, dan zat-zat sisa metabolisme lainnya4. Keringat keluar melalui pori-pori kulit dan membantu mengeluarkan zat-zat beracun dari tubuh serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit4.
Penghalang Terhadap Infeksi
Kulit juga berfungsi sebagai penghalang terhadap infeksi, baik infeksi mikroba maupun benda asing2. Kulit memiliki beberapa mekanisme pertahanan, seperti:
- Lapisan tanduk (lapisan korneum) epidermis yang tahan air dan menghalangi masuknya mikroba dan benda asing ke dalam tubuh2.
- Sel-sel epidermis yang mengandung keratin, suatu protein yang memberikan kekuatan dan ketahanan pada kulit2.
- Sel-sel Langerhans yang terdapat di lapisan spinosum epidermis yang berperan sebagai sel fagosit (sel pemakan) yang dapat menangkap dan menghancurkan mikroba atau benda asing yang masuk ke kulit2.
- Sel-sel Merkel yang terdapat di lapisan germinativum epidermis yang berperan sebagai reseptor sentuhan yang dapat mendeteksi adanya rangsangan mekanis pada kulit2.
- Kelenjar minyak (kelenjar sebasea) yang terdapat di dermis yang menghasilkan sebum, suatu zat berminyak yang melumasi kulit dan rambut serta membentuk lapisan asam pada permukaan kulit yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri24.
- Kelenjar susu (kelenjar mamaria) yang terdapat di dermis pada wanita yang menghasilkan susu untuk memberi nutrisi pada bayi serta mengandung antibodi dan zat antimikroba lainnya24.
- Pembuluh darah kapiler yang terdapat di dermis yang membawa sel-sel darah putih (leukosit) yang dapat melawan infeksi dan membantu proses penyembuhan luka24.
- Ujung saraf sensorik yang terdapat di dermis yang dapat merasakan nyeri, suhu, tekanan, dan gatal-gatal pada kulit sehingga dapat memberi sinyal bahaya kepada otak24.
Pelindung dari Sinar Ultraviolet
Kulit juga berfungsi sebagai pelindung dari sinar ultraviolet (UV), yaitu sinar matahari yang dapat menyebabkan kerusakan DNA, penuaan dini, kanker kulit, dan gangguan imun2. Kulit melindungi diri dari sinar UV dengan cara:
- Mengandung pigmen melanin yang memberi warna pada kulit dan melindungi dari bahaya sinar matahari1. Melanin diproduksi oleh sel-sel melanosit yang terdapat di lapisan germinativum epidermis. Melanin dapat menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas sehingga mencegah kerusakan DNA pada sel-sel kulit2.
- Mengandung enzim perbaikan DNA yang membantu mengurangi efek merusak UV2. Enzim perbaikan DNA dapat memperbaiki DNA yang rusak akibat sinar UV dengan cara memotong dan mengganti bagian DNA yang rusak dengan bagian yang baru5.
- Menghasilkan vitamin D yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang dan gigi2. Vitamin D disintesis oleh kulit dengan bantuan sinar UV. Vitamin D dapat membantu penyerapan kalsium dan fosfor dari usus ke dalam darah serta membantu pengendapan kalsium dan fosfor pada tulang dan gigi6.
Isolasi
Kulit berfungsi sebagai isolasi yang dapat melindungi tubuh dari perubahan suhu lingkungan2. Kulit mengisolasi tubuh dengan cara:
- Mengandung jaringan adiposa (lemak) yang terdapat di hipodermis24. Jaringan adiposa berfungsi sebagai bantalan dan isolasi termal untuk tubuh. Jaringan adiposa dapat mengurangi kehilangan panas tubuh melalui kulit serta melindungi organ-organ internal dari benturan atau tekanan4.
- Mengatur aliran darah ke kulit melalui pembuluh darah arteri dan vena yang terdapat di dermis24. Pembuluh darah arteri membawa darah bersuhu hangat dari jantung ke kulit, sedangkan pembuluh darah vena membawa darah bersuhu dingin dari kulit ke jantung. Pembuluh darah arteri dan vena dapat menyempit atau melebar sesuai dengan suhu lingkungan. Jika lingkungan dingin, pembuluh darah akan menyempit (vasokonstriksi) untuk mengurangi aliran darah ke kulit dan mengurangi kehilangan panas tubuh. Jika lingkungan panas, pembuluh darah akan melebar (vasodilatasi) untuk meningkatkan aliran darah ke kulit dan meningkatkan pelepasan panas tubuh4.
Pengaturan Suhu
Kulit berfungsi sebagai pengatur suhu yang dapat menjaga suhu tubuh tetap konstan2. Kulit mengatur suhu tubuh dengan cara:
- Menghasilkan keringat yang dapat menyejukkan tubuh melalui penguapan24. Keringat diproduksi oleh kelenjar keringat yang terdapat di dermis. Keringat mengandung air, garam, urea, asam laktat, dan zat-zat sisa metabolisme lainnya. Keringat keluar melalui pori-pori kulit dan mengambil panas dari permukaan kulit. Saat keringat menguap, panas tersebut dilepaskan ke udara sehingga menurunkan suhu tubuh4.
- Mengubah posisi rambut yang tumbuh pada kulit melalui otot-otot halus yang terdapat di dermis24. Otot-otot halus ini disebut otot arrector pili. Otot arrector pili dapat menegang atau mengendur sesuai dengan suhu lingkungan. Jika lingkungan dingin, otot arrector pili akan menegang sehingga menarik akar rambut ke atas dan membuat rambut berdiri tegak. Hal ini akan membentuk lapisan udara di antara rambut-rambut yang dapat mengurangi kehilangan panas tubuh. Jika lingkungan panas, otot arrector pili akan mengendur sehingga menurunkan akar rambut ke bawah dan membuat rambut melekat pada kulit. Hal ini akan memudahkan pelepasan panas tubuh melalui keringat4.
Sensasi
Kulit berfungsi sebagai alat sensasi yang dapat merespon rangsangan dari lingkungan eksternal maupun internal2. Kulit memiliki berbagai jenis reseptor sensorik yang terdapat di dermis, yaitu:
- Reseptor nyeri (noseptor) yang dapat merasakan rangsangan yang menyebabkan kerusakan jaringan, seperti tusukan, potongan, bakaran, atau iritasi kimia . Reseptor nyeri mengirimkan sinyal nyeri ke otak melalui serabut saraf aferen. Sinyal nyeri dapat membantu tubuh untuk menghindari atau mengatasi sumber bahaya.
- Reseptor suhu (termoreseptor) yang dapat merasakan perubahan suhu pada kulit . Reseptor suhu terdiri atas reseptor panas dan reseptor dingin. Reseptor panas dapat merespon suhu di atas 30°C, sedangkan reseptor dingin dapat merespon suhu di bawah 35°C. Reseptor suhu mengirimkan sinyal suhu ke otak melalui serabut saraf aferen. Sinyal suhu dapat membantu tubuh untuk menyesuaikan diri dengan suhu lingkungan.
- Reseptor tekanan (mekanoreseptor) yang dapat merasakan tekanan atau gaya yang diberikan pada kulit . Reseptor tekanan terdiri atas reseptor sentuhan ringan dan reseptor sentuhan dalam. Reseptor sentuhan ringan dapat merespon sentuhan lembut atau halus pada kulit, sedangkan reseptor sentuhan dalam dapat merespon sentuhan kuat atau kasar pada kulit. Reseptor tekanan mengirimkan sinyal tekanan ke otak melalui serabut saraf aferen. Sinyal tekanan dapat membantu tubuh untuk merasakan kontak dengan benda-benda di sekitar.
- Reseptor gatal-gatal (pruritoreseptor) yang dapat merasakan gatal-gatal pada kulit akibat rangsangan kimia, biologis, atau mekanis . Reseptor gatal-gatal mengirimkan sinyal gatal-gatal ke otak melalui serabut saraf aferen. Sinyal gatal-gatal dapat membantu tubuh untuk mengenali adanya benda asing atau iritan pada kulit dan merangsang respon garukan untuk menghilangkan benda asing atau iritan tersebut .
Sintesis Vitamin D
Kulit berfungsi sebagai tempat sintesis vitamin D yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang dan gigi. Vitamin D disintesis oleh kulit dengan bantuan sinar UV. Proses sintesis vitamin D melibatkan beberapa tahap, yaitu:
- Tahap pertama: Kulit mengandung 7-dehidrokolesterol, suatu senyawa yang merupakan prekursor dari vitamin D. Saat kulit terpapar sinar UV, 7-dehidrokolesterol berubah menjadi kalsiferol (vitamin D3) .
- Tahap kedua: Kalsiferol dibawa oleh darah menuju hati. Di hati, kalsiferol diubah menjadi 25-hidroksikalsiferol oleh enzim 25-hidroksilase .
- Tahap ketiga: 25-hidroksikalsiferol dibawa oleh darah menuju ginjal. Di ginjal, 25-hidroksikalsiferol diubah menjadi 1,25-dihidroksikalsiferol (kalsitriol) oleh enzim 1-alfa-hidroksilase .
- Tahap keempat: Kalsitriol adalah bentuk aktif dari vitamin D yang dapat membantu penyerapan kalsium dan fosfor dari usus ke dalam darah serta membantu pengendapan kalsium dan fosfor pada tulang dan gigi.
Perlindungan Vitamin B Folates
Kulit berfungsi sebagai perlindungan vitamin B folates yang dibutuhkan untuk pembentukan sel-sel darah merah dan sel-sel saraf. Vitamin B folates adalah suatu kelompok vitamin yang terdiri atas asam folat dan turunannya. Asam folat dapat diperoleh dari makanan, sedangkan turunannya dapat disintesis oleh tubuh. Vitamin B folates dapat rusak akibat paparan sinar UV. Kulit melindungi vitamin B folates dengan cara:
- Mengandung pigmen melanin yang dapat menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas sehingga mencegah kerusakan vitamin B folates.
- Mengandung enzim perbaikan DNA yang dapat memperbaiki DNA yang rusak akibat sinar UV sehingga mencegah mutasi genetik yang dapat mengganggu sintesis vitamin B folates.