Kesultanan Demak, sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa, memainkan peran penting dalam sejarah Indonesia melalui berbagai pertempuran yang terjadi di wilayah Nusantara. Berikut adalah beberapa lokasi utama di mana pertempuran yang melibatkan Kesultanan Demak berlangsung:
1. Malaka
Pada tahun 1511, Portugis berhasil menguasai Malaka, yang merupakan pusat perdagangan penting di Asia Tenggara. Kehadiran Portugis di Malaka mengancam aktivitas perdagangan Kesultanan Demak dan penyebaran Islam di wilayah tersebut. Sebagai tanggapan, pada tahun 1513, di bawah kepemimpinan Adipati Unus (juga dikenal sebagai Pati Unus), Demak melancarkan serangan ke Malaka dengan armada sekitar 100 kapal dan 5.000 prajurit. Meskipun serangan ini tidak berhasil mengusir Portugis, upaya tersebut menunjukkan tekad Demak dalam menentang dominasi asing di wilayah tersebut.
2. Sunda Kelapa (sekarang Jakarta)
Pada tahun 1527, Portugis berupaya menjalin kerja sama dengan Kerajaan Sunda untuk mendirikan benteng di Sunda Kelapa. Mengetahui hal ini, Kesultanan Demak mengirim pasukan di bawah pimpinan Fatahillah untuk mencegah rencana tersebut. Fatahillah berhasil merebut Sunda Kelapa dan mengusir Portugis, kemudian mengganti nama wilayah tersebut menjadi Jayakarta, yang berarti “kemenangan yang sempurna”.
3. Wilayah Pesisir Utara Jawa
Selama masa kejayaannya, Kesultanan Demak memperluas pengaruhnya ke berbagai wilayah di pesisir utara Jawa, termasuk Jepara, Rembang, Pati, dan Semarang. Ekspansi ini sering kali melibatkan pertempuran untuk menaklukkan daerah-daerah tersebut dan menyebarkan ajaran Islam.
4. Panarukan (sekarang Situbondo, Jawa Timur)
Pada tahun 1546, di bawah kepemimpinan Sultan Trenggana, Demak melancarkan ekspansi ke wilayah timur Jawa, termasuk Panarukan yang saat itu dikuasai oleh Kerajaan Blambangan. Dalam pertempuran ini, Sultan Trenggana terbunuh, yang kemudian memicu konflik internal di Demak dan berkontribusi pada kemunduran kerajaan tersebut.
Melalui berbagai pertempuran di lokasi-lokasi tersebut, Kesultanan Demak berupaya mempertahankan kedaulatan, memperluas wilayah, dan menyebarkan ajaran Islam di Nusantara.