Perencanaan keuangan adalah proses untuk mencapai tujuan keuangan melalui pengelolaan keuangan secara terencana. Tujuan keuangan seseorang dapat bermacam-macam, mulai dari menikah, memiliki rumah sendiri, memiliki kendaraan pribadi, menunaikan ibadah haji, kesiapan biaya pendidikan anak, hingga dana pensiun hari tua. Untuk merencanakan keuangan dengan baik, seseorang perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang konsep-konsep dasar keuangan, produk dan layanan jasa keuangan, serta risiko dan peluang yang ada di pasar keuangan.
Namun, tidak semua orang memiliki literasi keuangan yang cukup untuk membuat perencanaan keuangan yang efektif dan efisien. Menurut survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia hanya mencapai 38,03%, sedangkan tingkat inklusi keuangan mencapai 76,19%. Artinya, masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan keuangannya.
Oleh karena itu, OJK sebagai lembaga yang bertugas mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan di Indonesia, memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan oleh OJK adalah meluncurkan program Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) pada tahun 2013. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya literasi keuangan dan cara mengelola keuangan dengan baik.
Pentingnya Literasi Keuangan bagi Masyarakat Indonesia
Literasi keuangan adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan menggunakan informasi keuangan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan uang. Literasi keuangan sangat penting bagi masyarakat Indonesia karena dapat memberikan manfaat-manfaat sebagai berikut:
- Meningkatkan kesadaran dalam pengetahuan keuangan, penganggaran, dan menabung.
- Membantu menghindari terlalu banyak utang dan mengelola pinjaman dan utang dengan baik.
- Membantu berinvestasi dan menciptakan sumber pendapatan lain yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan.
- Mendukung pertumbuhan finansial dan bertanggung jawab atas kondisi keuangan pribadi.
- Sebagai bekal dan investasi secara finansial untuk masa depan.
Untuk meningkatkan literasi keuangan, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai sumber informasi yang tersedia, seperti buku, media online, seminar, workshop, konsultan keuangan, atau lembaga jasa keuangan resmi. Selain itu, masyarakat juga dapat mengikuti program-program yang diselenggarakan oleh OJK atau mitra-mitranya, seperti Sekolah Pasar Modal (SPM), Sekolah Perbankan Syariah (SPS), Sekolah Perasuransian (SPA), Sekolah Lembaga Pembiayaan (SPLP), Sekolah Dana Pensiun (SDP), Sekolah Jasa Keuangan Lainnya (SJL), Sekolah Literasi Keuangan (SLK), atau Sekolah Inklusi Keuangan (SIK).
Konsep-konsep Dasar Perencanaan Keuangan (Saving, Sharing, Spending)
Perencanaan keuangan didasarkan pada tiga konsep dasar yaitu saving, sharing, dan spending. Ketiga konsep ini saling berkaitan dan harus seimbang dalam pengelolaan keuangan. Berikut adalah penjelasan singkat tentang ketiga konsep tersebut:
- Saving adalah proses menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk ditabung atau diinvestasikan. Saving penting dilakukan untuk mempersiapkan dana darurat, mencapai tujuan jangka pendek atau jangka panjang, serta mengantisipasi risiko atau peluang di masa depan. Saving dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menabung di bank, membeli deposito, obligasi, reksa dana, saham, atau produk keuangan lainnya. Saving juga dapat dilakukan dengan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu atau menghemat biaya hidup.
- Sharing adalah proses berbagi sebagian dari pendapatan untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Sharing penting dilakukan untuk menumbuhkan rasa sosial, empati, dan solidaritas antara sesama. Sharing juga dapat memberikan kepuasan batin dan dampak positif bagi penerima bantuan. Sharing dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti memberikan sedekah, zakat, infaq, shodaqoh, wakaf, sumbangan, atau donasi kepada individu, lembaga sosial, agama, atau kemanusiaan.
- Spending adalah proses mengeluarkan sebagian dari pendapatan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. Spending penting dilakukan untuk menikmati hasil kerja keras dan meningkatkan kualitas hidup. Spending juga dapat menjadi sarana untuk mengapresiasi diri sendiri atau orang lain. Spending dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti membayar tagihan, membeli barang-barang pribadi, berbelanja, makan di luar, traveling, hobi, atau hiburan.
Langkah-langkah Menyusun Rencana Keuangan Pribadi atau Keluarga
Untuk menyusun rencana keuangan pribadi atau keluarga yang baik, berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti:
- Langkah pertama: Tentukan posisi keuangan Anda saat ini. Anda perlu mengetahui berapa jumlah pendapatan, pengeluaran, aset, utang, dan saldo tabungan Anda saat ini. Anda juga perlu mengevaluasi kesehatan keuangan Anda dengan menghitung rasio-rasio keuangan seperti rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio efisiensi, dan rasio profitabilitas.
- Langkah kedua: Buat tujuan-tujuan keuangan yang ingin Anda capai. Anda perlu menentukan apa yang ingin Anda capai dalam jangka pendek (kurang dari satu tahun), jangka menengah (satu sampai lima tahun), dan jangka panjang (lebih dari lima tahun). Tujuan-tujuan keuangan Anda harus spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis, dan berbatas waktu (SMART).
- Langkah ketiga: Buat sebuah rencana. Anda perlu membuat sebuah rencana yang menjelaskan bagaimana Anda akan mencapai tujuan-tujuan keuangan Anda. Rencana tersebut harus mencakup strategi-strategi yang akan Anda lakukan, seperti menentukan alokasi dana untuk saving, sharing, dan spending; memilih produk-produk keuangan yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda; serta mengatur jadwal dan mekanisme pelaksanaannya.
- Langkah keempat: Simpan catatan sederhana. Anda perlu menyimpan catatan sederhana tentang perkembangan keuangan Anda secara rutin. Catatan tersebut dapat berupa buku kas, aplikasi keuangan, atau spreadsheet. Catatan tersebut akan membantu Anda untuk memantau arus kas masuk dan keluar; mengevaluasi kinerja produk-produk keuangan yang Anda miliki; serta mengidentifikasi masalah-masalah atau peluang-peluang yang ada.
- Langkah kelima: Buat anggaran keuangan. Anda perlu membuat anggaran keuangan yang mencerminkan rencana keuangan Anda. Anggaran keuangan adalah rencana tertulis tentang pendapatan dan pengeluaran yang diharapkan dalam periode tertentu. Anggaran keuangan akan membantu Anda untuk mengontrol pengeluaran; mengalokasikan dana secara optimal; serta mencapai target saving dan investasi.
- Langkah keenam: Hadapi segala permasalahan kredit dan utang jelek. Jika Anda memiliki kredit atau utang jelek yang mengganggu kondisi keuangan Anda, Anda perlu segera menghadapi dan menyelesaikannya. Kredit atau utang jelek adalah kredit atau utang yang memiliki bunga tinggi; jatuh tempo dalam waktu dekat; sulit dilunasi; atau tidak produktif. Anda dapat melakukan beberapa cara untuk mengatasi kredit atau utang jelek tersebut, seperti melakukan negosiasi dengan pihak kreditur atau debitur untuk mendapatkan keringanan pembayaran; melakukan konsolidasi utang dengan menggabungkan beberapa utang menjadi satu utang yang lebih mudah dikelola; atau melakukan penjualan aset yang tidak produktif untuk melunasi utang.
- Langkah ketujuh: Lakukan penyesuaian dan evaluasi secara berkala. Anda perlu melakukan penyesuaian dan evaluasi secara berkala terhadap rencana keuangan Anda. Penyesuaian dan evaluasi diperlukan untuk mengakomodasi perubahan-perubahan yang terjadi dalam kondisi keuangan Anda, seperti kenaikan atau penurunan pendapatan, pengeluaran, aset, utang, atau saldo tabungan. Penyesuaian dan evaluasi juga diperlukan untuk mengukur sejauh mana Anda telah mencapai tujuan-tujuan keuangan Anda dan apakah ada hal-hal yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan.
Sumber:
(1) Ramai Kasus, Apakah OJK Bakal Atur Industri Perencana Keuangan?. https://finansial.bisnis.com/read/20200722/55/1269704/ramai-kasus-apakah-ojk-bakal-atur-industri-perencana-keuangan.
(2) Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia 2021-2025 – Portal OJK. https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Pages/Master-Plan-Sektor-Jasa-Keuangan-Indonesia-2021-2025.aspx.
(3) SIKAPI UANGMU | Perencanaan Keuangan – OJK. https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/test/book/perencanaan-keuangan/reader.html.
(4) Ini 5 Tips Menyusun Perencanaan Keuangan agar Tepat Sasaran dari OJK. https://money.kompas.com/read/2023/06/27/112449126/ini-5-tips-menyusun-perencanaan-keuangan-agar-tepat-sasaran-dari-ojk.
(5) Otoritas Jasa Keuangan – Portal OJK. https://www.ojk.go.id/id/Pages/FAQ-Otoritas-Jasa-Keuangan.aspx.
(6) 6 Alasan Mengapa Literasi Sangat Keuangan Penting | Tagar. https://www.tagar.id/6-alasan-mengapa-literasi-sangat-keuangan-penting.
(7) Pentingnya Literasi Keuangan Bagi Masyarakat – Neliti. https://www.neliti.com/publications/555255/pentingnya-literasi-keuangan-bagi-masyarakat.
(8) Pengertian Literasi Keuangan dan Pentingnya bagi Masyarakat. https://moneyduck.com/id/articles/1154-pengertian-literasi-keuangan-dan-pentingnya-bagi-masyarakat/.
(9) JURNAL NOMINAL / VOLUME VI NOMOR 1 / TAHUN 2017 PENTINGNYA LITERASI …. https://media.neliti.com/media/publications/192095-ID-pentingnya-literasi-keuangan-bagi-pengel.pdf.
(10) 5 Hal Penting soal Literasi Keuangan yang Wajib Diketahui, Apa Saja?. https://www.liputan6.com/bisnis/read/4947439/5-hal-penting-soal-literasi-keuangan-yang-wajib-diketahui-apa-saja.
(11) Pengertian dan Konsep-Konsep Dasar Keuangan – Perpustakaan UT. https://pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/EKMA4213-M1.pdf.
(12) Pengertian dan Konsep-konsep Dasar Keuangan – Perpustakaan UT. https://pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/EKMA421303-M1.pdf.
(13) Perencanaan Keuangan – Tujuan, Cara, dan Contohnya – DuitPintar. https://duitpintar.com/perencanaan-keuangan/.
(14) 7 Langkah Merencanakan Keuangan Keluarga – Finansialku. https://www.finansialku.com/7-langkah-merencanakan-keuangan-keluarga/.
(15) 9 Cara Perencanaan Keuangan yang Benar dan Mudah – Lifepal. https://lifepal.co.id/media/perencanaan-keuangan-pribadi-di-usia-muda/.
(16) 6 Cara Mengatur Perencanaan Keuangan Keluarga – Akseleran. https://www.akseleran.co.id/blog/perencanaan-keuangan-keluarga/.
(17) Begini Tips Perencanaan Keuangan Keluarga yang Tepat, Anti Boncos!. https://www.qoala.app/id/blog/perencanaan-keuangan/perencanaan-keuangan-keluarga/.
(18) undefined. https://sikapiuangmu.ojk.go.id.