Pedosfer adalah lapisan tanah yang menempati bagian paling atas lapisan dari litosfer. Pedosfer adalah lapisan paling atas dari permukaan bumi tempat berlangsungnya proses pembentukan tanah 1. Konsep ini berkembang dari konsep ilmiah dasar tanah sebagai benda-benda spesifik di alam yang berkembang dalam ruang dan waktu in situ di permukaan tanah akibat proses-proses yang dihasilkan dari interaksi pembentuk faktor-faktor tanah. Faktor-faktor tersebut adalah bahan induk, iklim, organisme, dan waktu.
Dengan cara ini, pedosfer mewakili persimpangan litosfer, atmosfer, hidrosfer dan biosfer 2. Tanah membentuk lapisan tipis, yang disebut pedosfer, yang banyak memutupi permukaan tanah di Bumi. Meskipun tanah hanya menyumbang sekitar 10% dari permukaan Bumi, itu adalah sumber daya alam yang berharga yang sangat mempengaruhi setiap bagian lain dari ekosistem 3.
Pembentukan Tanah
Pedosfer memiliki struktur spesifiknya sendiri. Variabilitas vertikal adalah hasil dari proses internal yang mengubah bahan induk in situ menjadi fitur dan sifat pedogenik yang membentuk horizon dan profil tanah. Proses ini biasanya disebut proses pembentukan tanah, atau pedogenik spesifik. Banyak variasi yang mungkin terjadi karena berbagai kondisi lingkungan dan ruang lingkup faktor-faktor itu sendiri yang berinteraksi untuk membentuk dan mengembangkan tanah 2.
Tanah terbentuk sebagai hasil pecahan batuan baik dari air, udara, atau faktor erosi lainnya. Batuan yang membentuk kerak bumi saat ini berumur jutaan tahun. Namun, beberapa partikel mineral yang ditemukan dalam tanah diperkirakan berumur 4.4 miliar tahun. Ini menunjukkan bahwa Bumi telah memiliki tanah yang kokoh setidaknya selama 4.4 miliar tahun.
Perkembangan tanah ditentukan oleh komposisi kimia yang terdapat pada batuan yang pada akhirnya akan mengakibatkan terbentuknya tanah. Beberapa jenis batuan yang sering mendasari profil tanah adalah batuan sedimen, beku, dan vulkanik. Batuan ini tersingkap ke permukaan bumi sebagai akibat dari aktivitas tektonik 4.
Ciri-Ciri Pedosfer
Seperti dikemukakan oleh Glinka bahwa tanah mempunyai ciri-ciri morfologi tertentu. Ciri atau sifat morfologi tersebut bisa diamati dan dipelajari di lapangan. Sifat morfologi tanah merupakan sifat-sifat fisik tanah. Adapun ciri-ciri morfologi tanah, yaitu sebagai berikut .
- Warna tanah: Perbedaan warna tanah disebabkan adanya kandungan bahan organis, kandungan air, umur/tingkat perkembangan tanah, kandungan bahan tertentu. Warna tanah yang gelap menunjukkan tanah tersebut banyak mengandung sebuah bahan organis. Lapisan tanah atas, umumnya banyak mengandung bahan organis, sedangkan pada lapisan tanah bawah umumnya bahan organisnya rendah, dan warna tanah banyak ditentukan unsur Fe. Tanah merah di Indonesia mempunyai kandungan bahan organis lebih dari 1%, sama dengan kandungan bahan organis tanah di daerah yang beriklim sedang.
- Tekstur tanah: Tekstur tanah bervariasi dari kasar sampai halus. Ukuran tekstur tanah yang berukuran 2 mm =< 0.002 mm bisa dianggap sebagai tekstur kasar, contohnya yaitu kerikil sampai batu. Tekstur tanah yang lebih halus terdiri atas pasir 2 mm 50 ,u, debu 50 p, 2 ,u, dan liat < 2 ,u,. Tekstur tanah bisa diketahui dengan memijit tanah basah melalui jari-jari tangan. Contoh: Pasir: terasa di tangan kasar, sedikit melekat, dan tidak dapat digulung dan juga Lempung: terasa di tangan tidak kasar dan tidak licin, agak melekat, dapat digulung atau dibentuk bola. • Debu: terasa di tangan licin selcali, agak melekat, dan dapat digulung atau dibentuk bola.
- Struktur tanah: Struktur tanah adalah susunan partikel-partikel tanah yang membentuk agregat-agregat tanah. Agregat-agregat tanah ini disebut dengan granula. Bentuk granula bervariasi, misalnya granular, prisma, blok, platy, dan lain-lain. Struktur tanah dipengaruhi oleh tekstur tanah, bahan organis, aktivitas mikroorganisme, iklim, dan faktor-faktor lainnya.
Fenomena yang Terjadi di Pedosfer
Pedosfer telah memainkan peran penting dalam mempengaruhi komposisi gas atmosfer 2. Tanah merupakan tempat terjadinya berbagai proses biogeokimia yang melibatkan siklus karbon, nitrogen, fosfor, sulfur, dan unsur-unsur lainnya. Tanah juga merupakan tempat hidup bagi jutaan spesies mikroorganisme, tumbuhan, dan hewan yang berkontribusi pada keanekaragaman hayati dan produktivitas ekosistem 3.
Selama antroposen, aktivitas manusia telah mengubah sebagian besar tanah, sehingga hanya sedikit tanah yang benar-benar alami (di zona tundra dan boreal taiga, pegunungan tinggi, hutan hujan tropis, dan gurun yang ekstrem) 2.
Ketika dunia menjadi lebih terindustrialisasi, peran tanah menjadi lebih penting karena mereka adalah penyerap utama bagi banyak xenobiotik . Ketersediaan dan kelangsungan hidup tanah untuk memenuhi pangan global memiliki efek mendalam terhadap asupan baik makro dan mikro. Kontaminasi tanah dan transisi kimia adalah masalah yang tersebar luas .
Di daerah di mana terdapat kegiatan industri atau konstruksi, tanah cenderung mengandung sebagian besar bahan kimia yang melarutkan unsur hara di tanah, membuat tanah menjadi tandus dan tidak dapat digunakan untuk kegiatan pertanian. Kegiatan pertanian juga telah mempengaruhi struktur pedosfer, yang menyebabkan erosi besar-besaran di beberapa bagian Bumi .
Kesimpulan
Pedosfer adalah lapisan tanah yang menempati bagian paling atas lapisan dari litosfer. Pedosfer adalah lapisan paling atas dari permukaan bumi tempat berlangsungnya proses pembentukan tanah. Pedosfer merupakan hasil interaksi antara bahan induk, iklim, organisme, dan waktu. Pedosfer memiliki ciri-ciri morfologi tertentu yang bisa diamati di lapangan. Pedosfer juga merupakan tempat terjadinya berbagai fenomena biogeokimia dan biologi yang mempengaruhi kehidupan di Bumi. Pedosfer mengalami berbagai perubahan akibat aktivitas manusia yang dapat menimbulkan dampak negatif maupun positif bagi lingkungan.
Sumber:
(1) Pedosfer – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Pedosfer.
(2) Pedosfer adalah: Ciri, Pembentukan, Jenis, Penyebab, Dampak, Cara. https://www.gurupendidikan.co.id/pedosfer-adalah/.
(3) Pedosfer: Pengertian, Komposisi, Fenomena yang Terjadi – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2023/01/13/190000269/pedosfer–pengertian-komposisi-fenomena-yang-terjadi.
(4) Pedosféra – Wikipedie. https://cs.wikipedia.org/wiki/Pedosf%C3%A9ra.