Menu Tutup

Pendapatan Per Kapita: Pengertian, Fungsi, Kelemahan, dan Cara Meningkatkannya

Pendapatan per kapita adalah salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran dan kesejahteraan suatu negara atau wilayah. Namun, apa sebenarnya pengertian, fungsi, dan cara menghitung pendapatan per kapita? Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara lengkap dan mudah dipahami.

Pengertian Pendapatan Per Kapita

Pendapatan per kapita adalah jumlah pendapatan rata-rata yang diperoleh oleh setiap individu dalam suatu negara atau wilayah dalam kurun waktu tertentu, biasanya satu tahun. Pendapatan per kapita dapat dihitung dengan membagi pendapatan nasional dengan jumlah penduduk1.

Pendapatan nasional adalah jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh semua faktor produksi yang dimiliki oleh suatu negara atau wilayah dalam kurun waktu tertentu. Pendapatan nasional dapat diukur dengan menggunakan dua konsep utama, yaitu Produk Domestik Bruto (PDB) dan Produk Nasional Bruto (PNB).

PDB adalah jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh semua faktor produksi yang beroperasi di dalam wilayah suatu negara atau wilayah, tanpa memandang kewarganegaraan pemiliknya. PDB mencerminkan aktivitas ekonomi di dalam wilayah suatu negara atau wilayah.

PNB adalah jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh semua faktor produksi yang dimiliki oleh warga negara suatu negara atau wilayah, tanpa memandang lokasi operasinya. PNB mencerminkan pendapatan yang diperoleh oleh warga negara suatu negara atau wilayah.

Contoh: Jika ada perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia dan menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 100 miliar, maka nilai tersebut akan masuk ke dalam PDB Indonesia, tetapi tidak masuk ke dalam PNB Indonesia. Sebaliknya, jika ada perusahaan Indonesia yang beroperasi di luar negeri dan menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 100 miliar, maka nilai tersebut tidak akan masuk ke dalam PDB Indonesia, tetapi akan masuk ke dalam PNB Indonesia.

Dalam praktiknya, PDB lebih sering digunakan sebagai dasar penghitungan pendapatan per kapita daripada PNB. Hal ini karena PDB lebih mudah dihitung dan lebih mencerminkan kondisi ekonomi domestik suatu negara atau wilayah.

Rumus pendapatan per kapita berdasarkan PDB adalah sebagai berikut:

Contoh: Jika PDB Indonesia pada tahun 2020 adalah Rp 15.434 triliun dan jumlah penduduknya adalah 270 juta jiwa, maka pendapatan per kapita Indonesia pada tahun 2020 adalah:

Fungsi Pendapatan Per Kapita

Pendapatan per kapita memiliki beberapa fungsi penting dalam analisis ekonomi, antara lain:

  • Sebagai indikator tingkat kemakmuran dan kesejahteraan suatu negara atau wilayah. Pendapatan per kapita mencerminkan rata-rata pendapatan yang diperoleh oleh setiap individu dalam suatu negara atau wilayah. Semakin tinggi pendapatan per kapita, semakin tinggi pula kemakmuran dan kesejahteraan suatu negara atau wilayah.
  • Sebagai alat perbandingan antarnegara atau antarwilayah. Pendapatan per kapita dapat digunakan untuk membandingkan tingkat kemakmuran dan kesejahteraan antarnegara atau antarwilayah. Dengan menggunakan pendapatan per kapita, kita dapat mengetahui negara atau wilayah mana yang lebih makmur dan sejahtera daripada yang lain.
  • Sebagai pedoman bagi pemerintah dalam membuat kebijakan ekonomi. Pendapatan per kapita dapat digunakan sebagai salah satu acuan bagi pemerintah dalam merumuskan dan mengevaluasi kebijakan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah dapat menetapkan target pendapatan per kapita yang ingin dicapai dan mengukur kinerja kebijakan ekonominya berdasarkan perubahan pendapatan per kapita.

Kelemahan Pendapatan Per Kapita

Meskipun pendapatan per kapita memiliki fungsi-fungsi penting, pendapatan per kapita juga memiliki beberapa kelemahan sebagai indikator kemakmuran dan kesejahteraan, antara lain:

  • Tidak memperhitungkan distribusi pendapatan. Pendapatan per kapita hanya menghitung rata-rata pendapatan yang diperoleh oleh setiap individu, tanpa memperhatikan bagaimana pendapatan tersebut didistribusikan di antara individu-individu tersebut. Dua negara atau wilayah yang memiliki pendapatan per kapita yang sama belum tentu memiliki tingkat kemakmuran dan kesejahteraan yang sama, jika distribusi pendapatannya berbeda. Contoh: Jika ada dua negara A dan B yang masing-masing memiliki pendapatan per kapita sebesar Rp 50 juta, tetapi di negara A 90% penduduknya hanya mendapatkan Rp 10 juta dan 10% sisanya mendapatkan Rp 490 juta, sedangkan di negara B semua penduduknya mendapatkan Rp 50 juta, maka negara B lebih makmur dan sejahtera daripada negara A, meskipun pendapatan per kapitanya sama.
  • Tidak memperhitungkan faktor-faktor nonmoneter. Pendapatan per kapita hanya menghitung nilai tambah yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi dalam bentuk uang, tanpa memperhitungkan faktor-faktor nonmoneter yang juga berpengaruh terhadap kemakmuran dan kesejahteraan suatu negara atau wilayah. Faktor-faktor nonmoneter tersebut antara lain kualitas lingkungan, kesehatan, pendidikan, keamanan, kebebasan, hak asasi manusia, budaya, dan sebagainya. Contoh: Jika ada dua negara C dan D yang masing-masing memiliki pendapatan per kapita sebesar Rp 100 juta, tetapi di negara C lingkungannya tercemar, kesehatannya buruk, pendidikannya rendah, keamanannya tidak terjamin, kebebasannya terbatas, hak asasi manusianya dilanggar, budayanya terancam, sedangkan di negara D lingkungannya bersih, kesehatannya baik, pendidikannya tinggi, keamanannya terjamin, kebebasannya luas, hak asasi manusianya dihormati, budayanya lestari, maka negara D lebih makmur dan sejahtera daripada negara C, meskipun pendapatan per kapitanya sama.
  • Tidak memperhitungkan fluktuasi nilai tukar. Pendapatan per kapita biasanya dihitung dengan menggunakan mata uang lokal suatu negara atau wilayah. Namun, jika ingin membandingkan pendapatan per kapita antarnegara atau antarwilayah yang menggunakan mata uang yang berbeda, maka harus dikonversi terlebih dahulu ke dalam mata uang internasional yang umum digunakan, yaitu dolar Amerika Serikat (USD). Konversi ini bergantung pada nilai tukar mata uang lokal terhadap USD pada saat penghitungan dilakukan. Nilai tukar ini dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu karena dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan politik. Perubahan nilai tukar ini dapat menyebabkan distorsi dalam perbandingan pendapatan per kapita antarnegara atau antarwilayah. Contoh: Jika pada tahun 2020 nilai tukar rupiah terhadap USD adalah Rp 14.000 per USD dan pada tahun 2021 menjadi Rp 15.000 per USD, maka pendapatan per kapita Indonesia dalam USD akan menurun dari USD 4.071 pada tahun 2020 menjadi USD 3.800 pada tahun 2021 (dengan asumsi PDB (dengan asumsi PDB dan jumlah penduduk tidak berubah), padahal secara riil tidak ada perubahan dalam tingkat kemakmuran dan kesejahteraan Indonesia.

Cara Meningkatkan Pendapatan Per Kapita

Meskipun pendapatan per kapita memiliki kelemahan-kelemahan, pendapatan per kapita tetap merupakan salah satu indikator ekonomi yang penting dan bermanfaat. Oleh karena itu, setiap negara atau wilayah tentu ingin meningkatkan pendapatan per kapitanya agar dapat mencapai kemakmuran dan kesejahteraan yang lebih tinggi.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan per kapita, antara lain:

  • Meningkatkan PDB. PDB adalah salah satu komponen utama dalam penghitungan pendapatan per kapita. Meningkatkan PDB berarti meningkatkan nilai tambah yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi dalam suatu negara atau wilayah. Cara-cara untuk meningkatkan PDB antara lain adalah dengan meningkatkan produktivitas, efisiensi, inovasi, investasi, ekspor, konsumsi, dan sebagainya.
  • Mengendalikan pertumbuhan penduduk. Jumlah penduduk adalah salah satu komponen utama dalam penghitungan pendapatan per kapita. Mengendalikan pertumbuhan penduduk berarti mengatur laju pertambahan jumlah penduduk agar tidak terlalu cepat atau terlalu lambat. Cara-cara untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk antara lain adalah dengan mengedukasi masyarakat tentang keluarga berencana, menyediakan akses ke layanan kesehatan reproduksi, memberdayakan perempuan, dan sebagainya.
  • Menyamakan nilai tukar. Nilai tukar adalah salah satu faktor yang mempengaruhi perbandingan pendapatan per kapita antarnegara atau antarwilayah yang menggunakan mata uang yang berbeda. Menyamakan nilai tukar berarti menstabilkan nilai mata uang lokal terhadap mata uang internasional agar tidak terlalu fluktuatif atau terdepresiasi. Cara-cara untuk menyamakan nilai tukar antara lain adalah dengan menjaga keseimbangan neraca pembayaran, mengelola cadangan devisa, mengendalikan inflasi, dan sebagainya.

Sumber:
(1) Apa Itu Pendapatan per Kapita: Definisi, Fungsi, dan Rumusnya. https://money.kompas.com/read/2022/03/10/163355026/apa-itu-pendapatan-per-kapita-definisi-fungsi-dan-rumusnya?page=all.
(2) Pendapatan Per Kapita – Pengertian, Fungsi, Sudut Pandang, Contoh. https://www.dosenpendidikan.co.id/pendapatan-per-kapita/.
(3) Pendapatan per Kapita: Pengertian, Fungsi dan Cara Hitung – OCBC NISP. https://www.ocbcnisp.com/id/article/2021/12/09/pendapatan-per-kapita.
(4) Pendapatan Per Kapita – Pengertian, Jenis dan Contohnya | Tokopedia Kamus. https://kamus.tokopedia.com/p/pendapatan-per-kapita/.
(5) Pendapatan per Kapita: Pengertian, Cara Hitung, dan Fungsinya – detikcom. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5696205/pendapatan-per-kapita-pengertian-cara-hitung-dan-fungsinya.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya