Menu Tutup

Penyebab Keruntuhan Kerajaan Medang: Faktor Internal dan Eksternal

Kerajaan Medang, juga dikenal sebagai Kerajaan Mataram Kuno, mengalami keruntuhan akibat kombinasi beberapa faktor utama yang saling berkaitan.

1. Bencana Alam: Letusan Gunung Merapi

Salah satu penyebab signifikan adalah letusan dahsyat Gunung Merapi sekitar tahun 929 Masehi. Letusan ini menyebabkan kerusakan parah pada ibu kota kerajaan di Jawa Tengah, memaksa pemindahan pusat pemerintahan ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok, yang kemudian mendirikan Dinasti Isyana.

2. Konflik Internal dan Perang Saudara

Setelah pemindahan ibu kota, Kerajaan Medang menghadapi berbagai konflik internal. Perebutan kekuasaan di antara anggota keluarga kerajaan dan bangsawan sering terjadi, melemahkan stabilitas politik dan militer kerajaan. Perpecahan ini membuat kerajaan rentan terhadap ancaman eksternal.

3. Serangan dari Kerajaan Sriwijaya dan Sekutunya

Pada masa pemerintahan Raja Dharmawangsa Teguh (990-1016 M), Kerajaan Medang berusaha memperluas pengaruhnya hingga ke Sumatera, yang saat itu berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Upaya ini menimbulkan permusuhan dengan Sriwijaya. Pada tahun 1006 M, saat Dharmawangsa mengadakan pesta pernikahan putrinya dengan Airlangga, Raja Wurawari dari Lwaram, yang bersekutu dengan Sriwijaya, melancarkan serangan mendadak ke ibu kota Watan. Serangan ini menyebabkan kehancuran besar dan dikenal sebagai peristiwa “Pralaya Medang”.

4. Pembagian Kerajaan oleh Airlangga

Setelah peristiwa Pralaya Medang, Airlangga berhasil memulihkan sebagian wilayah kerajaan dan mendirikan Kerajaan Kahuripan. Namun, untuk menghindari konflik antara pewarisnya, Airlangga membagi kerajaannya menjadi dua pada tahun 1045 M: Kerajaan Janggala dan Kerajaan Kediri. Pembagian ini melemahkan kekuatan politik dan militer, sehingga kedua kerajaan penerus tidak mampu mempertahankan kejayaan seperti sebelumnya.

Kesimpulan

Keruntuhan Kerajaan Medang disebabkan oleh kombinasi faktor bencana alam, konflik internal, serangan eksternal, dan keputusan politik yang melemahkan struktur kerajaan. Peristiwa-peristiwa ini menunjukkan betapa rentannya sebuah kerajaan terhadap berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar.

Posted in Sejarah

Artikel Lainnya