Menu Tutup

Rumah Laksamana Maeda: Tempat Kelahiran Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Laksamana Maeda adalah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Jepang yang berperan penting dalam sejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Rumahnya di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta Pusat, menjadi saksi bisu dari peristiwa bersejarah yang terjadi pada 16 dan 17 Agustus 1945. Apa saja yang terjadi di rumah Laksamana Maeda? Berikut ulasannya.

Latar belakang

Laksamana Muda Tadashi Maeda lahir pada 3 Maret 1898 di Kajiki, Kagoshima, Jepang. Ia masuk ke Akademi Angkatan Laut Jepang pada usia 18 tahun dan mengambil spesialisasi navigasi. Ia memiliki koneksi dengan Jerman dan pernah menjadi atase Angkatan Laut Jepang untuk Belanda. Pada tahun 1940, ia ditugaskan ke Indonesia untuk menegosiasikan perjanjian dagang dengan pemerintah kolonial Belanda, terutama untuk membeli minyak untuk Jepang. Selain itu, ia juga membangun jaringan mata-mata di Indonesia dengan bantuan warga Jepang sipil12

Setelah Jepang menyerbu dan menduduki Indonesia pada tahun 1942, Maeda ditugaskan sebagai penghubung antara Angkatan Laut dan Angkatan Darat Tentara Kekaisaran Jepang. Ia menempati rumah yang dulunya milik seorang pengusaha Belanda bernama Van der Zee di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta Pusat. Rumah ini memiliki halaman luas dan berada di dekat markas besar Angkatan Darat Jepang di Gedung Dai Ichi (sekarang Gedung BNI)23

Maeda dikenal sebagai orang yang simpatik terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia sering berhubungan dengan tokoh-tokoh nasionalis Indonesia seperti Sukarno, Hatta, Soekarni, Soebardjo, dan lain-lain. Ia juga mengijinkan kapal selam Jerman Nazi untuk beroperasi dan transit di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia, sehingga membuka jalur komunikasi antara Indonesia dan dunia luar24

Perumusan naskah proklamasi

Pada 15 Agustus 1945, Jepang secara resmi menyerah kepada Sekutu setelah dibom atom oleh Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki. Namun, berita ini belum sampai ke telinga rakyat Indonesia. Beberapa pemuda yang tidak sabar menunggu kemerdekaan Indonesia kemudian menculik Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok, Jawa Barat, pada 16 Agustus 1945. Mereka menuntut agar Sukarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa bantuan atau campur tangan Jepang1

Soebardjo, yang saat itu bekerja di kantor penasehat Angkatan Darat Jepang, mendapat informasi tentang penculikan ini dan segera menuju ke Rengasdengklok untuk bernegosiasi dengan para pemuda. Ia berhasil meyakinkan mereka untuk membebaskan Sukarno dan Hatta dengan syarat proklamasi harus dilakukan secepatnya. Malam harinya, Sukarno dan Hatta kembali ke Jakarta untuk memverifikasi kekalahan Jepang dari Sekutu1

Berbekal koneksi Soebardjo dengan Maeda, para tokoh nasionalis kemudian meluncur ke rumah Laksamana Maeda untuk menyusun naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Di sana mereka disambut oleh Maeda yang mengatakan “Jangan halang-halangi kami merdeka”. Maeda juga memberikan fasilitas seperti listrik, telepon, mesin ketik, dan perlindungan dari tentara Jepang yang mungkin mengganggu1

Di rumah Maeda, Sukarno, Hatta, dan Soebardjo merumuskan naskah proklamasi dengan bantuan Sayuti Melik sebagai juru ketik. Mereka menyelesaikan naskah proklamasi pada dini hari 17 Agustus 1945. Naskah proklamasi tersebut berbunyi:

Kami, bangsa Indonesia, dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, hari 17 bulan 8 tahun 05

Atas nama bangsa Indonesia,

Soekarno/Hatta

1

Proklamasi kemerdekaan

Setelah naskah proklamasi selesai, Sukarno dan Hatta meninggalkan rumah Maeda dan menuju ke rumah Laksamana Muda Yokoyama di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta Pusat. Di sana mereka meminta izin kepada Yokoyama untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Yokoyama yang tidak berwenang memberikan izin tersebut mengatakan bahwa ia akan melaporkan hal ini kepada atasannya1

Sementara itu, para pemuda yang mengetahui bahwa naskah proklamasi sudah selesai segera mencetak dan menyebarkan salinan-salinannya ke seluruh penjuru kota. Mereka juga menyiapkan tempat untuk upacara proklamasi di halaman depan rumah Soekarni di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56. Mereka mengibarkan bendera merah putih yang dibuat oleh Fatmawati, istri Sukarno, di atas tiang bambu1

Pada pukul 10.00 pagi, Sukarno dan Hatta tiba di tempat upacara proklamasi. Di hadapan ribuan rakyat yang berkumpul, Sukarno membacakan naskah proklamasi dengan suara lantang dan penuh semangat. Hatta kemudian menyatakan bahwa Sukarno sebagai Presiden dan dirinya sebagai Wakil Presiden pertama Republik Indonesia. Rakyat bersorak-sorai menyambut kemerdekaan Indonesia yang telah lama dinanti-nanti1

Kesimpulan

Rumah Laksamana Maeda adalah tempat yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Di rumah itu, naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia dirumuskan dan ditulis oleh para tokoh nasionalis dengan bantuan dan dukungan dari Laksamana Maeda. Rumah itu juga menjadi saksi dari perjuangan dan semangat para pemuda yang tidak mau menyerah kepada penjajah. Rumah itu juga menjadi simbol dari persahabatan dan solidaritas antara Indonesia dan Jepang yang saling menghormati dan menghargai.

Rumah Laksamana Maeda sekarang menjadi museum yang dikelola oleh Yayasan Proklamator Jalan Imam Bonjol Nomor 1. Museum ini menyimpan berbagai benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia, seperti mesin ketik, kursi, meja, foto-foto, dan lain-lain. Museum ini juga menjadi tempat edukasi dan inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan kemerdekaan.

Sumber:
(1) Siapa Laksamana Maeda, perwira Jepang yang disebut berperan dalam … – BBC. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-53718080.
(2) Maeda Tadashi – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Maeda_Tadashi.
(3) Peran Laksamana Maeda pada Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. https://tirto.id/peran-laksamana-maeda-pada-sejarah-proklamasi-kemerdekaan-indonesia-giCy.
(4) Peran Laksamana Maeda dalam Kemerdekaan Indonesia – Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2022/03/04/130000379/peran-laksamana-maeda-dalam-kemerdekaan-indonesia.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya