Menu Tutup

SSCN: Sistem Seleksi Calon ASN Secara Nasional

Apakah Anda tertarik untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) dan mengabdi untuk negeri? Jika ya, maka Anda perlu mengetahui tentang SSCN, yaitu sistem seleksi calon ASN secara nasional yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara RI (BKN). SSCN adalah situs resmi pendaftaran ASN yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia yang memenuhi syarat. Melalui SSCN, Anda dapat memilih instansi dan formasi yang sesuai dengan minat dan kompetensi Anda, serta mengikuti proses seleksi yang transparan dan akuntabel.

SSCN juga merupakan portal pendaftaran bagi calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru dan tenaga kesehatan yang akan direkrut pada tahun 2023. Pendaftaran PPPK guru dan tenaga kesehatan melalui SSCN dibuka mulai tanggal 1 September hingga 30 September 2023. Jumlah formasi yang disediakan sebanyak 1.002.938, terdiri dari 839.662 formasi guru dan 163.276 formasi tenaga kesehatan.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang pengertian, sejarah, dan manfaat SSCN, serta cara mendaftar, syarat, dan tahapan seleksi yang harus Anda lalui. Artikel ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi Anda yang ingin menjadi bagian dari ASN atau PPPK.

SSCN: Pengertian, Sejarah, dan Manfaat

SSCN adalah singkatan dari Sistem Seleksi Calon Nasional, yaitu situs resmi pendaftaran ASN yang dikelola oleh BKN. SSCN merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mereformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas SDM aparatur negara. Melalui SSCN, pemerintah berharap dapat merekrut calon ASN yang kompeten, profesional, dan berintegritas.

Sejarah SSCN dimulai pada tahun 2014, ketika BKN meluncurkan situs [sscn.bkn.go.id] sebagai portal pendaftaran CPNS secara online. Situs ini bertujuan untuk mempermudah calon pelamar dalam mengurus administrasi pendaftaran, tanpa harus datang langsung ke instansi tujuan. Situs ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur seperti informasi lowongan, pengumuman hasil seleksi, simulasi tes kompetensi dasar (TKD), dan lain-lain.

Pada tahun 2017, BKN mengembangkan situs [sscn.bkn.go.id] menjadi [sscasn.bkn.go.id], yang tidak hanya melayani pendaftaran CPNS, tetapi juga PPPK. Situs ini juga menambahkan fitur-fitur baru seperti integrasi data dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Agama (Kemenag), dan Badan Pusat Statistik (BPS). Selain itu, situs ini juga menyediakan layanan bantuan melalui call center, email, dan media sosial.

Pada tahun 2019, BKN kembali melakukan pembaruan pada situs [sscasn.bkn.go.id] menjadi [sscn.bkn.go.id], yang merupakan versi terbaru hingga saat ini. Situs ini memiliki tampilan yang lebih modern dan user-friendly, serta fitur-fitur yang lebih lengkap dan canggih. Beberapa fitur unggulan dari situs ini antara lain adalah:

  • Pemetaan kompetensi calon ASN berdasarkan hasil tes kompetensi bidang (TKB) dan tes wawasan kebangsaan (TWK).
  • Pemeringkatan calon ASN berdasarkan nilai TKD, TKB, TWK, dan nilai tambahan.
  • Penyediaan data statistik tentang jumlah pelamar, jumlah formasi, persentase kelulusan, dan lain-lain.
  • Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk menganalisis data dan mengantisipasi kecurangan.

SSCN memiliki banyak manfaat bagi pemerintah, instansi, dan calon ASN. Beberapa manfaat tersebut adalah:

  • Meningkatkan efisiensi proses seleksi, karena dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga.
  • Meningkatkan transparansi proses seleksi, karena dapat memberikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah diakses oleh publik.
  • Meningkatkan akuntabilitas proses seleksi, karena dapat menjamin kredibilitas, objektivitas, dan keadilan dalam penilaian calon ASN.

SSCN: Cara Mendaftar, Syarat, dan Tahapan Seleksi

Cara mendaftar melalui SSCN cukup mudah dan praktis. Anda hanya perlu mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Kunjungi portal pendaftaran SSCN di [sini].
  • Buat akun SSCN dengan menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK) yang valid.
  • Login ke akun SSCN Anda dan lengkapi data diri Anda sesuai dengan dokumen resmi yang dimiliki.
  • Pilih instansi dan formasi yang diminati sesuai dengan kualifikasi pendidikan, jurusan, dan IPK yang ditentukan.
  • Unggah dokumen-dokumen yang dibutuhkan, seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat, dan lain-lain.
  • Cetak kartu pendaftaran SSCN sebagai bukti pendaftaran Anda.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh calon ASN melalui SSCN terdiri dari syarat umum dan syarat khusus. Syarat umum adalah syarat yang berlaku bagi seluruh calon ASN tanpa terkecuali. Syarat umum tersebut antara lain adalah:

  • Warga negara Indonesia.
  • Berusia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun pada saat pendaftaran.
  • Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan.
  • Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit TNI, anggota Polri, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta.
  • Tidak berkedudukan sebagai calon atau anggota legislatif.
  • Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis.
  • Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan.
  • Sehat jasmani dan rohani serta tidak mengkonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif lainnya.
  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh instansi pemerintah.

Syarat khusus adalah syarat yang berbeda-beda sesuai dengan instansi dan formasi yang dituju. Syarat khusus tersebut dapat berupa kriteria-kriteria seperti IPK minimal, jurusan tertentu, pengalaman kerja, sertifikat keahlian, dan lain-lain. Anda dapat melihat syarat khusus dari setiap instansi dan formasi pada portal pendaftaran SSCN di [sini].

Tahapan seleksi yang harus diikuti oleh calon ASN melalui SSCN terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

  • Verifikasi berkas. Tahap ini dilakukan oleh BKN untuk memeriksa kelengkapan dan kebenaran dokumen-dokumen yang diunggah oleh calon pelamar. Hanya calon pelamar yang lolos verifikasi berkas yang dapat mengikuti tahap selanjutnya.
  • Tes kompetensi dasar (TKD). Tahap ini dilakukan oleh BKN untuk mengukur kemampuan dasar calon pelamar dalam hal intelegensia umum, karakteristik pribadi, dan wawasan kebangsaan. TKD dilaksanakan secara online dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). TKD terdiri dari tiga subtes, yaitu:
    • Tes intelegensia umum (TIU), yang meliputi soal-soal tentang pengetahuan umum, logika, numerik, dan verbal.
    • Tes karakteristik pribadi (TKP), yang meliputi soal-soal tentang integritas, orientasi pada pelayanan, orientasi pada hasil, kemampuan beradaptasi, kemampuan belajar berkelanjutan, dan kerjasama.
    • Tes wawasan kebangsaan (TWK), yang meliputi soal-soal tentang Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan sejarah perjuangan bangsa.
  • Tes kompetensi bidang (TKB). Tahap ini dilakukan oleh instansi masing-masing untuk mengukur kemampuan spesifik calon pelamar sesuai dengan bidang jabatan yang diminati. TKB dapat berupa tes tertulis, tes praktik, tes psikologi, tes kesehatan, tes wawancara, atau kombinasi dari beberapa jenis tes tersebut. TKB dilaksanakan secara offline di lokasi yang ditentukan oleh instansi.
  • Pengumuman hasil akhir. Tahap ini dilakukan oleh BKN untuk mengumumkan hasil akhir seleksi calon ASN berdasarkan nilai TKD, TKB, dan nilai tambahan (jika ada). Nilai tambahan dapat berupa nilai pendidikan nonformal, nilai prestasi akademik atau nonakademik, nilai pengalaman kerja, atau nilai lainnya yang relevan dengan jabatan. Pengumuman hasil akhir dapat dilihat pada portal SSCN di.

Penutup

Demikianlah artikel tentang apa yang dimaksud SSCN. Semoga artikel ini dapat memberikan Anda gambaran yang jelas dan lengkap tentang SSCN sebagai sistem seleksi calon ASN secara nasional. Jika Anda ingin menjadi bagian dari ASN atau PPPK, jangan lewatkan kesempatan untuk mendaftar melalui SSCN. Persiapkan diri Anda dengan baik dan ikuti proses seleksi dengan jujur dan sportif. Semoga Anda berhasil dan sukses!

Posted in Ragam

Artikel Lainnya