Menu Tutup

Memahami Broken Home: Pengertian, Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Keluarga adalah fondasi utama dalam pembentukan karakter dan kesejahteraan individu. Namun, tidak semua keluarga berjalan harmonis. Istilah “broken home” sering digunakan untuk menggambarkan kondisi keluarga yang tidak utuh atau tidak harmonis. Artikel ini akan membahas pengertian, ciri-ciri, penyebab, serta cara mengatasi broken home.

Pengertian Broken Home

Broken home adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keluarga yang mengalami perpecahan atau ketidakharmonisan, sehingga fungsi keluarga sebagai unit sosial terganggu. Kondisi ini dapat terjadi akibat perceraian, kematian salah satu orang tua, atau konflik berkepanjangan yang menyebabkan disintegrasi keluarga.

Ciri-Ciri Broken Home

Beberapa tanda yang menunjukkan bahwa sebuah keluarga mengalami broken home antara lain:

  • Komunikasi yang Buruk: Anggota keluarga jarang berkomunikasi atau sering terjadi miskomunikasi.
  • Konflik Berkepanjangan: Pertengkaran yang sering dan tidak terselesaikan antara orang tua atau antara orang tua dan anak.
  • Kurangnya Kehangatan Emosional: Tidak ada dukungan emosional atau kasih sayang antara anggota keluarga.
  • Keterlibatan Orang Ketiga: Adanya pihak ketiga yang mempengaruhi hubungan keluarga, seperti perselingkuhan.
  • Kekerasan dalam Rumah Tangga: Terjadinya kekerasan fisik atau verbal di dalam keluarga.

Penyebab Broken Home

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya broken home antara lain:

  1. Perceraian Orang Tua: Perceraian menjadi salah satu penyebab utama broken home. Anak-anak akan tinggal dengan salah satu orang tua saja, dan ketidakhadiran sosok orang tua lainnya akan menyebabkan disfungsi keluarga secara emosional bagi anak.
  2. Ketidakdewasaan Orang Tua: Orang tua yang memiliki egoisme dan egosentrisme kerap bertikai satu sama lain. Sifat seperti itu bisa jadi dikarenakan adanya luka batin yang dialami orang tua saat kecil dan belum terselesaikan hingga dewasa.
  3. Masalah Ekonomi: Kesulitan finansial dapat memicu stres dan konflik dalam keluarga, yang pada akhirnya dapat menyebabkan perpecahan.
  4. Kekerasan dalam Rumah Tangga: Kekerasan fisik atau verbal antara anggota keluarga dapat merusak keharmonisan keluarga.
  5. Kurangnya Edukasi dalam Hubungan Rumah Tangga: Dalam mengarungi hubungan rumah tangga dibutuhkan edukasi antar pasangan agar dapat saling menyayangi, menghormati, dan menghargai satu sama lain.

Dampak Broken Home

Anak-anak yang tumbuh dalam keluarga broken home dapat mengalami berbagai dampak negatif, antara lain:

  • Masalah Emosional: Anak-anak akan kekurangan berbagai bentuk kasih sayang dari orang tua, terutama bila mereka hidup hanya dengan salah satu orang tua sejak masih kecil.
  • Masalah Pendidikan: Perpisahan orang tua akan berpengaruh pada kemampuan akademik anak. Beberapa penelitian menemukan bahwa anak-anak dari orang tua yang bercerai memiliki nilai yang lebih rendah dari kelompoknya.
  • Masalah Sosial: Anak-anak mungkin mengalami kesulitan membangun dan mempertahankan hubungan sosial karena perubahan dalam lingkungan keluarga mereka.
  • Masalah Perilaku: Anak broken home akan mengalami masalah perilaku, setidaknya sampai mereka remaja. Misalnya, mereka mungkin akan memiliki sikap yang sangat dingin atau sangat memberontak.

Cara Mengatasi Broken Home

Menghadapi situasi broken home bukanlah hal yang mudah, namun beberapa langkah berikut dapat membantu:

  1. Mendekatkan Diri kepada Tuhan: Bagi sebagian orang, mendekatkan diri kepada Tuhan melalui ibadah dapat memberi kedamaian batin dan ketenangan hati, sehingga lebih kuat dalam menghadapi situasi sulit.
  2. Membangun Komunikasi yang Efektif: Salah satu cara terbaik untuk mengatasi broken home adalah dengan menerapkan komunikasi yang efektif. Carilah waktu yang tepat untuk bicara dengan anggota keluarga lain dan coba untuk memahami pandangan dan perasaan mereka.
  3. Mencari Dukungan Profesional: Jika merasa tidak dapat mengatasi masalah di dalam keluarga sendiri, carilah dukungan dari luar keluarga seperti teman, guru, atau profesional kesehatan mental.
  4. Memberikan Perhatian Lebih kepada Anak: Orang tua perlu memberikan perhatian lebih kepada anak-anak mereka, terutama dalam situasi broken home, untuk membantu mereka mengatasi perasaan kehilangan dan ketidakpastian.
  5. Mencoba Hal-Hal Baru: Menjalani aktivitas baru seperti olahraga atau hobi lain dapat memberikan kesempatan untuk menyegarkan pikiran, sehingga dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.

Mengatasi broken home memerlukan usaha dan komitmen dari semua anggota keluarga. Dengan komunikasi yang baik, dukungan emosional, serta

Lainnya