IAI An Nur Peringati Hari Santri Nasional

106

Sidoharjo – Peringatan Hari Santri Nasional di Institut Agama Islam An Nur Lampung yang terpadu dengan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin digelar dengan penuh semarak. Rektor Institut Agama Islam Lampung sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Jati Agung Lampung Selatan menyampaikan “ Peringatan Harisantri ini dilaksanakan berbarengan dengan Millad IAI An Nur Lampung Ke 19, Milad Akbid Wirabuana Metro, dan Maulid Nabi Muhammad SAW serta Penarikan Mahasiswa KKN IAI An Nur Lampung Tahun 2021”.

Ada berbagai agenda yang digelar oleh para mahasiswa dan santri dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Jum’at 22 Oktober 2021. Kegiatan di awali dengan dengan Pelaksanaan Upacara peringatan Hari Santri Nasional yang berlangsung dengan hikmat dan digelar layaknya acara –acara kenegaraan diikuti oleh mahasiswa dan Santri.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Camat Jati Agung yakni Bapak Eko Irawan, S.Stp, MM, ia menyampaikan bahwa “momentum HSN ini merupakan titik awal perjuangan menegakkan agama dan cita – cita bangsa dalam kemerdekaan Indonesia juga tidak terlepas dari jerih payah para ulama tempo dulu yang gigih berjuang melawan penjajah di tanah air, ia juga menyemangati para santri dan mahasiswa agar semangat berlajar dan berjuang untuk mengisi segala lini di pemerintahan agar dapat menerapkan ilmu guna berbakti bagi Agama Nusa dan Bangsa”.

Rangkaian acara selanjutnya adalah penampilan kreasi mahasiswa dan santri diantaranya adalah persembahan lagu- lagu Bernuansa yaitu Patriotik Mars Syubanul Waton Ciptaan KH. Wahab Chasbullah, Mars Ayo Mondok, Lagu Hari Santri Nasional.

Tari Kreasi Maha Karya Nusantara dibawakan oleh 63 santri putri terbaik Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin menampilkan kolaborasi tarian khas daerah Lampung, Reog Ponorogo, Papua, dan daerah – daerah lain yang dikolaborasikan dengan sangat apik, Drama Musikal Sang Kyai Menceritakan perjuangan dan pengorbanan para ulama, kyai, dan santri Indonesia dalam melawan sekutu Jepang yang melarang pengibaran Bendera merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia raya, dan memaksa melakukai Seikere.

Ir. Soekarno mengirim utusan ke Tebu Ireng untuk meminta Syaikhona KH. Hasyim Asy’ari membantu pertahanan dan kemudian keluarlah Resolusi Jihad Nahdlotul Ulama, lalu para santri dan massa berduyun-duyun tanpa rasa takut melawan sekutu Jepang, Pencak Silat di bawakan oleh 100 Pendekar Pagar Nusa Terbaik Mahasiswa dan Santri IAI An Nur Lampung.

Pada Rangkaian Acara selanjutnya dilakukan perlombaan Tumpeng dan Grebek makan Tumpeng bersama sebanyak 99 Tumpeng oleh seluruh peserta Upacara. Pada Kesempatan tersebut juga dilakukan pemotongan 5 Tumpeng Terbaik yang di nisbatkan 1 Tumpeng untuk Milladur Rosul, 1 Tumpeng Untuk Millad IAI An Nur Lampung, 1 Tumpeng Untuk Millad Akbid Wirabuana, 1 Tumpeng Spesial Untuk Santri dan 1 Tumpeng Terakhir Untuk Ulama.

Pada Kesempatan Ini Juga dilakukan Pembagian Seribu Paket Sembako yang berisi Beras, Gula 2, Minyak dan Mie Instan kepada Masyarakat Lingkungan Desa Sidoharjo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Dilanjutkan Penampilan Finalis Lomba Solo song Tingkat Nasional IAI An Nur Lampung. Kemudian dimalam harinya diadakan sholawat bersama santri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Jati Agung Lampung Selatan. (Nurul)

BERI KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini