Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik1. Kurikulum ini bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik2. Kurikulum ini juga mengembangkan proyek penguatan profil pelajar Pancasila sebagai kegiatan kokurikuler yang mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan melakukan aksi nyata sebagai respon terhadap isu-isu penting1.
Latar Belakang Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka merupakan istilah lain dari Kurikulum Prototipe 2022 (Kurikulum Prototype 2022) yang dilaksanakan pada Program Sekolah Penggerak mengacu kepada profil pelajar Pancasila dalam rangka penguatan kompetensi dan karakter peserta didik3. Kurikulum ini dikembangkan sebagai respons terhadap krisis dan kesenjangan pembelajaran yang terjadi di Indonesia, yang diperburuk oleh pandemi COVID-194. Berdasarkan studi nasional dan internasional, siswa pengguna Kurikulum Darurat (Kurikulum 2013 yang disederhanakan oleh Pemerintah) mendapat capaian belajar yang lebih baik daripada siswa yang menggunakan Kurikulum 2013 secara penuh4. Hal ini menunjukkan bahwa fokus pada materi esensial, relevan, dan mendalam dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
Karakteristik Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu:
- Pengembangan soft skills dan karakter melalui proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Proyek ini tidak terikat pada konten mata pelajaran, tetapi berdasarkan tema-tema atau isu penting, seperti gaya hidup berkelanjutan, toleransi, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi14.
- Fokus pada materi esensial, relevan, dan mendalam sehingga ada waktu cukup untuk membangun kreativitas dan inovasi peserta didik dalam mencapai kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi14.
- Pembelajaran yang fleksibel dan sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan masing-masing peserta didik. Pendidik dapat melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal serta memilih berbagai perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik14.
Struktur Kurikulum Merdeka
Struktur Kurikulum Merdeka merupakan pengorganisasian atas capaian pembelajaran, muatan pembelajaran, dan beban belajar. Struktur Kurikulum Merdeka tercantum pada Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 262/M/20225. Berikut adalah tabel yang menunjukkan struktur kurikulum merdeka untuk jenjang SD/MI:
| No | Muatan Pembelajaran | Beban Belajar (Jam Pelajaran/Minggu) |
|---|---|---|
| 1 | Pendidikan Agama | 4 |
| 2 | Pendidikan Kewarganegaraan | 3 |
| 3 | Bahasa Indonesia | 6 |
| 4 | Matematika | 6 |
| 5 | IPA | 5 |
| 6 | IPS | 4 |
| 7 | Seni Budaya | 3 |
| 8 | Pendidikan Jasmani dan Kesehatan | 3 |
| 9 | Bahasa Asing | 2 |
| 10 | Muatan Lokal | 2 |
| 11 | Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila | 4 |
| Jumlah | 42 |
Sumber: 5
Alur Memahami Kurikulum Merdeka
Untuk memahami Kurikulum Merdeka, terdapat empat langkah yang harus dilakukan, yaitu:
- Memahami garis besar Kurikulum Merdeka, termasuk regulasi, kajian akademik, dan capaian pembelajaran yang diharapkan1.
- Memahami pembelajaran dan asesmen, termasuk prinsip, perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil asesmen1.
- Memahami pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan, termasuk analisis karakteristik, penyusunan visi misi tujuan, pengorganisasian pembelajaran, dan pendampingan evaluasi1.
- Memahami pengembangan proyek penguatan profil pelajar Pancasila, termasuk menyiapkan ekosistem sekolah, mendesain proyek, melaksanakan proyek, dan mengevaluasi proyek1.
Kesimpulan
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Kurikulum ini berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik. Kurikulum ini juga mengembangkan proyek penguatan profil pelajar Pancasila sebagai kegiatan kokurikuler yang mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan melakukan aksi nyata sebagai respon terhadap isu-isu penting. Kurikulum ini dikembangkan sebagai respons terhadap krisis dan kesenjangan pembelajaran yang terjadi di Indonesia, yang diperburuk oleh pandemi COVID-19. Kurikulum ini memiliki struktur yang terorganisir dan alur yang jelas untuk memahaminya.
Sumber:
(1) Kurikulum Merdeka – Kemendikbudristek. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/kurikulum-merdeka/.
(2) Kupas Tuntas Kurikulum Merdeka, Begini Konsep & Implementasinya – Ruangguru. https://www.ruangguru.com/blog/kurikulum-merdeka.
(3) APA ITU KURIKULUM MERDEKA DAN MERDEKA BELAJAR. https://www.ainamulyana.com/2022/02/apa-itu-kurikulum-merdeka.html.
(4) Kurikulum Merdeka – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_Merdeka.
(5) Kurikulum Merdeka – Kemendikbudristek. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/kurikulum-merdeka/capaian-pembelajaran.