Ekonomi Moneter Islam : Konsep, Tujuan, dan Kebijakan Moneter Islam

Ekonomi Moneter

Ekonomi moneter adalah bagian dari  ilmu ekonomi yang mempelajari tentang sifat fungsi serta pengaruh uang terhadap aktifitas perekonomian dari suatu negara. Secara umum, kegiatan ekonomi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang mempengaruhi tingkat pengangguran produksi, harga dan hubungan perdagangan/pembayaran internasional. Sedangkan ilmu ekonomi moneter merupakan ilmu ekonomi yang mempelajari masalah yang ada berhubungan dengan uang, lembaga keuangan atau kredit ataupun permasalahan mekanisme moneter yang dapat mempengaruhi proses produksi serta pembagian hasil kepada masyarakat.

Dalam Al-Qur’an surah Al-Bqarah ayat 188 yang artinya:

“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, Padahal kamu mengetahui.”

Ekonomi Moneter sangat penting untuk dipelajari dalam sebuah Negara, karena dapat mengetahui bagaimana proses penciptaan uang didalam masyarakat, tingkat bunga, pasar uang serta system kebijakan moneter dan system pembayaran internasional. Selain itu, dapat mengetahui dan menganalisa beberapa fenomena moneter dalam kaitannya dengan efek kebijakan moneter terhadap kegiatan moneter.

Oleh karena itu ekonomi moneter mencakup / mempelajari beberapa hal diantaranya :

  1. Peranan dan fungsi uang dalam perekonomian
  2. Sistem moneter dan pengaruhnya terhadap jumlah uang beredar dan kredit
  3. Struktur dan fungsi bank sentral
  4. Pengaruh jumlah uang beredar dan kredit terhadap kegiatan ekonomi
  5. Pembayaran serta sistem moneter internasional

Konsep Ekonomi Moneter Islam

Pada konsep ini ekonomi syariah memandang uang sebagai alat tukar, hal itu mempresentasikan kekuatan daya beli (purchasing power) yang dianggap sebagai satu-satunya fungsi uang. Oleh karena itu dalam sistem ekonomi syariah digunakan tingkat pengembalian syariah dari kegiatan ekonomi sebagai instrument intermediary. Dalam pandangan kebijakan moneter syariah, sebenarnya bukan hanya mengutamakan suku bunga. Bahkan sejak zaman Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin kebijakan moneter dilaksanakan tanpa menggunakan instrument bunga sama sekali.

Tujuan Ekonomi Moneter

Adapun tujuan ekonomi moneter adalah untuk mencapai stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan :

  1. Kesempatan Kerja

Dengan adnya kesempatan kerja atau lowongan pekerjaan maka makin besar dalam meningkatkan produksi, selain dapat meningkatkan produksi maka dapat juga membantu masyarakat yang menjadi pengangguran