Pembagian Takdir Allah Ta’ala

Syaikh Shaleh al-Fauzan hafidhahullah berkata: “Takdir Allah ada dua macam:

  1. Takdir (yang bersifat) umum dan meliputi semua makhluk, yang tertulis dalam al-Lauhul mahfuzh, karena Allah telah menuliskan di dalamnya ketetapan takdir segala sesuatu sampai terjadinya hari kiamat. Sebagaimana (yang disebutkan) dalam hadits riwayat Abu Dawud dalam kitab “Sunan Abi Dawud” dari ‘Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Makhluk) yang Allah ciptakan pertama kali adalah al-qalam (pena), lalu Allah berfirman kepadanya: “Tulislah!”, maka dia bertanya: Wahai Rabb-ku, apa yang akan aku tulis? Allah Ta’ala berfirman: “Tulislah ketetapan takdir segala sesuatu sampai terjadinya hari kiamat”.[1] Takdir ini meliputi semua makhluk.
  2. Takdir (khusus) yang memerinci takdir umum (di atas), takdir ini ada 3 macam:
    • Takdir (sepanjang) umur (ketetapan takdir sepanjang hidup setiap makhluk), sebagaimana yang disebutkan dalam hadits (riwayat) Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu[2] tentang ketentuan takdir yang dituliskan bagi janin ketika dalam kandungan ibunya, berupa ketetapan ajal, rezki, amal perbuatan, dan kecelakaan atau kebahagiaannya.
    • Takdir tahunan, yaitu takdir yang di tetapkan (oleh Allah Ta’ala) pada malam lailatul qadr (di bulan Ramadhan) tentang kejadian-kejadian sepanjang tahun, sebagaimana dalam firman-Nya:

{إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ}

“Sesungguhnya Kami menurunkan al-Qur’an pada suatu malam yang diberkahi (lailatul qadr) dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu ditetapkan dengan terperinci segala urusan (ketetapan takdir sepanjang tahun)[3] yang muhkam (tidak bisa berubah)” (QS ad-Dukhaan:3-4).

    • Takdir harian, yaitu takdir yang di tetapkan (oleh Allah Ta’ala) tentang kejadian-kejadian dalam sehari, berupa kematian, kehidupan (kelahiran), kemuliaan, kehinaan, dan lain sebagainya,[4] sebagaimana dalam firman-Nya:

{كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ}

“Setiap hari Dia (mengatur) urusan (semua makhluk-Nya)” (QS ar-Rahmaan:29)”[5]

[1] HR Abu Dawud (no. 4700), at-Tirmidzi (no. 3319) dan Ahmad (5/317), dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani rahimahullah.

[2] HSR al-Bukhari (no. 1226) dan Muslim (no. 2643).

[3] Lihat “Tafsir Ibnu Katsir” (4/175).

[4] Lihat kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hal. 830).

[5] Kitab “al-Irsyaad ila shahiihil i’tiqaad” (hal. 227).