Tata Cara Shalat Idul Fitri di Rumah

Jika taklif atau beban syariat pelaksanaan shalat ‘ied ini dapat gugur jika dalam kondisi tidak normal hingga jamaah tidak dapat diadakan, apakah ada ketentuan untuk melakukannya di rumah secara mandiri?

Hukum Shalat Ied Fithri di Rumah

Mayoritas ulama selain mazhab Hanafi, berpendapat bahwa shalat ‘ied tetap disyariatkan untuk dilakukan di rumah secara mandiri, jika memang tidak bisa dilakukan secara berjamaah di masjid atau di lapangan.

Imam an-Nawawi berkata dalam kitabnya, al-Majmu’ Syarah al-Muhazzab:

Para ulama sepakat berdasarkan hadits-hadits yang shahih bahwa disunnahkan shalat ied secara berjamaah. Namun jika shalat ini dilakukan secara mandiri (munfarid), maka menurut mazhab (Syafi’i), shalatnya sah. [Yahya bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’ Syarah al-Muhazzab, hlm. 5/19.]

Imam an-Nawawi berkata dalam kitabnya, al-Majmu’ Syarah al-Muhazzab:

Apakah disyariatkan shalat ied atas hamba sahaya, musafir, wanita dan munfarid (sendirian) di dalam rumah atau di tempat lainnya?. Ada dua jalur periwayatan dalam mazhab Syafi’I, dan yang paling masyhur dan pasti bahwa hal itu juga disyariatkan bagi mereka. [Yahya bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’ Syarah al-Muhazzab, hlm. 5/26.]

Bagaimana Tata Cara Shalatnya?

Bagi pendapat yyang tetap mensunnahkan shalat ‘ied untuk dilakukan di rumah, menegaskan bahwa tidak ada peredaan yang berarti dalam praktik pelaksanaanya. Apakah shalat ‘ied dilakukan secara berjamaah atau sendiri-sendiri. Apakah dilakukan di masjid atau di rumah.

Di mana sebagaiamana telah dimaklumi bahwa shalat ied al-fithri dilakukan sebagaimana berikut:

  • Shalat ied dilakukan sebanyak 2 rakaat.
  • Disunnahkan pada rakaat pertama, membaca 7 takbir setelah takbiratul ihram. Dan pada rakaat kedua, membaca 5 takbir setelah takbir intiqol untuk melanjutkan raka’at kedua.
  • Disunnahkan antara takbir-takbir tersebut, membaca tasbih (subhanallah), hamdalah (alhamdu lillah), tahlil (wa laa ilaaha illallah) dan takbir (allahuakbar).
  • Dan untuk bacaan atau gerakan lainnya, sama saja seperti umumnya praktik shalat sunnah.

Khutbah Untuk Shalat Ied di Rumah

Para ulama sepakat bahwa membaca atau menyampaikan khutbah dalam shalat ‘ied bukanlah rukun atau syarat sahnya shalat ‘ied. Namun semata dihukumi sunnah.

Imam an-Nawawi berkata dalam kitabnya, al-Majmu’ Syarah al-Muhazzab:

Disunnahkan untuk mendengarkan khutbah. Namun khutbah dan mendengarkannya, bukanlah syarat sah shalat ‘ied. [Yahya bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’ Syarah al-Muhazzab, hlm. 5/23.]

Ketentuan tersebut berlaku jika dalam kondisi normal, namun apakah tetap disunnahkan juga mendengarkan khutbah atau menyampaikan khutbah ketika shalat ied dilakukan di rumah secara berjamaah?.