Dalil Tentang Kemukjizatan Al-Quran

Untuk menjelaskan hal ini, kita harus memberikan pemamparan dalam bentuk poin-poin, yang setiap poinnya dapat dijadikan sebagai dalil bagi kemukjizatan al-alquran, yaitu sebagai berikut.

  1. Al-quran tersebar luas dimuka bumi ini, termasuk di jazirah Arab, khususnya di  Kota Mekkah, yang merupakan daearah yang belum mengenal peradaban dan kebudayaan metroplis sebagaimana yang telah dihasilkan oleh berbagai masyarakat yang dianggap maju.

Hal ini merupakan satu alasan yang membuktikan bahwa al-quran bukan hasil dari hukum alam biasa. Itu karena hukum alam sendiri menegaskan bahwa al-quran merupakan cerminan dan sandaran bagi peradaban masyarakat, tempat kitab ini diturunkan dan sekaligus membuat mereka menjadi masyarakat yang berbudaya.

Dengan cara ini, kita semakin mengetahui bahwa pilihan yang jatuh kepada masyarakat dan lingkungan tertentu merupakan mukjizat pertama yang dapat mengalahkan hukum alam. Al-quran akhirnya dapat melahirkan satu peradaban baru dan membentuk lingkungan yang berperadaban tinggi, baik dari segi pemikiran maupun sosial kemasyarakatan.

  1. Al- quran dibawa oleh rasulullah Saw dan juga disebarluaskan kepada penduduk bumi ini oleh salah seorang penduduk Mekkah yang belum pernah mengecap pendidikan dan pengajaran meski hanya sedikit.

Beliau merupakan sosok individu yang sama sekali tidak mampu membaca dan menulis. Ia hidup selama empat puluh tahun ditengah tengah masyarakatnya tetapi selama kurun waktu itu ia pernah mendapat pendidikan atau pengaruh ilmu pengetahuan dan sastra apa pun, sebagaimana yang dinyatakan dalam al-quran:

Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (al-quran) sesuatu kitab pun dan kamu (tidak) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; andai kata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang-orang yang mengingkari (mu).

Dan juga firman-Nya yang artinya:

Katakanlah, “ jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu. Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lamanya sebelumnya. Maka kamu tidak memikirkannya.

Hal di atas di anggap sebagai bentuk lain dari mukjizat al-quran yang mampu mengalahkan kekuatan hukum alam. Jika al-quran turun dan tercipta sesuai dengan hukum alam, maka tidak akan mungkin al-quran diturunkan kepada seorang individu yang buta huruf, yang sama sekali tidak mengenal peradaban walau peradaban masyarakatnya sendiri meski peradaban masyarakatnyanya ketika itu masih sangat sederhana. Beliau Nabi Saw juga tidak mengetahui ilmu bahasa dan berbgai disiplin ilmu yang berkaitan dengan bahasa tetapi mampu menghasilkan sutau karya sastra yang bernilai tinggi, yang melebihi kemampuan para ahli bahasa dan sastra manapun.