Keutamaan Bulan Dzulhijjah

71

Keutamaan Bulan Zulhijjah bagi umat Islam adalah besar artinya. Karena di dalam bulan tersebut adalah termasuk dalam bagian yang disebut dengan 4 bulan suci(Syahr al-Haram) dan tiga lainnya adalah bulan Dzulqa’dah, Bulan Muharram, dan Rajab. Karena itulah kita juga perlu untuk mengetahui dan juga memahami akan eksistensi dan juga kemuliaan yang terdapat di dalam bulan ini serta juga mengamalkan amalan ibadah sunnah 10 hari pertama Dzulhijjah.

Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang sangat agung dan dihormati, termasuk dalam bagian bulan-bulan Haram yang Allah sebutkan dalam al Quran yang artinya, “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu berbuat zalim terhadap dirimu dalam bulan yang empat itu…” (QS. at-Taubah : 36).

Kaum Muslimin sepatutnya menyambut kedatangan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang kali ini bertepatan juga dengan tahun 2013. Hal ini dikarenakan Allah Ta’ala telah menjadikan hari-hari pertama bulan Dzulhijjah sebagai “musim kebaikan” baik bagi para jamaah haji (yang sedang menunaikan ibadah haji) maupun bagi yang sedang tidak melaksanakan rukun Islam kelima tersebut.

Berikut beberapa amalan utama dan amalan sunnah pada bulan Dzulhijjah ini :

Menunaikan Ibadah Haji Di Tanah Suci.

Ibadah haji menunjukkan pengorbanan seorang hamba, dengan fisiknya, hartanya, waktunya. Maka tujuan terbesar ibadah haji bukanlah berwisata ataupun sekedar ingin mendapatkan titel “haji” di depan namanya, akan tetapi untuk beribadah kepada Allah dan mengharapkan ampunanNya. Sehingga sekembalinya seorang sepulang menunaikan ibadah haji dan mendapatkan pahala kebaikan haji mabrur, kondisinya menjadi lebih baik dari sebelum berhaji, lebih merasakan nikmatnya beribadah, lebih dermawan, lebih mantap dalam akidahnya dan bertambah kebaikan-kebaikan lainnya.

Ibadah Haji adalah salah satu rukun Islam yang hanya bisa dilaksanakan di bulan Dzulhijjah ini. Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Islam dibangun atas 5 perkara” di antaranya “berhaji ke baitullah” (HR Bukhari dan Muslim). Selian berhaji kita juga disunnah untuk umrah. Karena memang kebaikan dan pahala haji dan umrah adalah besar selain harus juga diniatkan untuk beribadah kepada Allah SWT. Berikut ini adalah pahala kebaikan haji mabrur dan juga umrah yang tersebut dalam sebuah hadist dari Rasulullah SAW yang artinya, “Satu umrah ke umrah yang lain menghapuskan (dosa) yang dilakukan di antara kedua-duanya dan haji yang baik (mabrur) tiada baginya balasan melainkan syurga.” (Muttafaq alaih dari Abu Hurairah).

Anjuran Memperbanyak Ibadah Pada Sepuluh Hari Pertama (Tanggal 1-10 Dzulhijjah).
Sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan dan kemuliaan yang besar. Disebutkan dalam sebuah ayat dalam Al Quran yang artinya : “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al Fajr (89): 1-2). Maka, amal-amal shalih apa pun bisa kita lakukan antara tanggal satu hingga sepuluh Dzulhijjah tersebut antara lain adalah dengan banyak bersedekah, shalat sunnah, shaum (puasa) ‘kecuali pada tanggal sepuluh Dzulhijjah’, silaturrahim, dakwah, jihad, dan lainnya. Memperbanyak berbuat amalan soleh di bulan ini. Amal-amal ini pada hari-hari itu dinilai lebih afdhal dibanding jihad, apalagi berjihad pada hari-hari itu, tentu memiliki keutamaan lebih dibanding jihad pada selain hari-hari itu.

Dalil sunnah berpuasa pada 10 hari pertama bulan dzulhijjah ini adalah berdasarkan hadist yang artinya : “Ada empat hal yang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam belum pernah meninggalkannya: puasa ‘Asyura, Al ‘Asyr (puasa 10 hari Dzulhijjah), puasa tiga hari tiap bulan, dan dua rakaat sebelum subuh. (HR. An Nasa’i, HR. Ahmad ). Termasuk di dalamnya adalah dengan menjalankan puasa sunnah Arafah. Karena kebaikan pahala ketika melaksanakan Puasa Hari Arafah Bulan Dzulhijjah adalah Menghapuskan dosa tahun lalu dan tahun kemudian.

Hari Raya Idul Adha.

Hari raya qurban kita seringkali menyebutnya dan lazim dikenal di masyarakat kita. Pada tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam di seluruh dunia merayakan hari raya Idul Adha. Hari raya adalah hari ketika umat Islam bersenang-senang, dan bahkan bersenang-senang pada hari itu adalah sebuah ibadah yang berpahala di sisi Allah (tentunya bukan bersenang-senang dengan melakukan hal yang haram dan maksiat), betapa indahnya Islam.

Di antara yang menunjukkan indahnya Islam, adalah adanya sholat yang khusus dilaksanakan di pagi hari raya, sholat Idul Adha. Agar umat Islam benar-benar menyadari bahwa segala kenikmatan dan kesenangan yang mereka rasakan adalah karunia Allah, dan kewajiban mereka adalah senantiasa bersyukur dan memuji kebesaran Allah.

Hal yang penting untuk diperhatikan pula dalam pelaksanaan shalat Idul Adha, bahwa tidak ada shalat sebelum (qabliyyah) maupun sesudah (ba’diyyah) shalat Idul Adha. Ibnu Abbas mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar pada hari Idul Adha atau Idul Fithri, lalu beliau mengerjakan shalat ‘ied dua raka’at, namun beliau tidak mengerjakan shalat qobliyah maupun ba’diyah ‘ied” (HR Bukhari Muslim).

Berqurban.

Allah ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya, “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” (QS. Al Kautsar 2). Ini adalah dalil mengenai sunnah untuk berqurban di hari raya idul adha.

Kalau kita perhatikan pada setiap hari raya Islam (Idul Fitri dan Idul Adha) selalu ada perintah untuk beribadah dengan harta, Zakat Fitrah di hari raya Idul Fitri berupa makanan pokok dan daging sembelihan di hari raya Idul Adha.

Menjadi sebuah pelajaran bagi kita untuk senantiasa berbagi kesenangan kepada sesama, subhaanallah, betapa indahnya Islam. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghardik orang yang mampu berqurban tetapi tidak berqurban, “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Baca juga sahabat tentang bagaimana memilih hewan qurban yang baik dan sehat di Syarat Kriteria Hewan Qurban menurut sunnah Nabi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Demikianlah beberapa hal yang berkaitan dengan keistimewaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dengan harapan kita semuanya sebagai bagian dari kaum Muslimin untuk dapat memanfaatkan momentum istimewa dengan amal ibadah yang bernilai istimewa. Dan kita dimudahkan untuk bisa menunaikan amalan-amalan sunnah pada bulan mulia ini aamiin..aamiin. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini