Praktik yang Tergolong Perjudian Tanpa Disadari

Bicara soal judi dan perjudian, kita patut bersyukur karena ternyata masyarakat kita sudah sangat paham dan sadar bahwa berjudi itu merupakan perbuatan terlarang, baik menurut undang-undang negara apalagi agama. Ya meskipun masih ada sebagian diantara mereka yang tetap berani malakukannya.

Tapi di sisi  lain, ternyata dibalik kepahaman dan kesadaran akan haramnya hukum judi, namun ternyata masih ada praktik-praktik atau kegiatan atau event yang kalau diteliti lagi, ternyata aktifitas tersebut merupakan praktik perjudian. Apa sajakah itu? Mari kita bahas satu persatu, di antaranya :

1. Lomba Tujuh Belasan

Tanggal tujuh belas di bulan Agustus merupakan tanggal yang sangat bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia tanpa terkecuali. Di mana di tanggal tersebut, tujuh puluh tiga tahun yang lalu alias di tahun 1945, setelah sekian lamanya dijajah bangsa ini akhirnya merdeka dari penjajahan.

Sebagai wujud syukur bahagia, banyak cara yang diungkapkan masyarakat ataupun pemerintah bangsa ini untuk mengisi hari-hari kemerdekaan bangsa ini.

Mulai dari upacara bendera yang dilaksanakan di sekolah-sekolah, atau lembaga pendidikan lainnya, kantor atau instansi pemerintah sampai istana presiden.

Memasang bendera di depan rumah-ruumah warga juga menjadi salah satu tradisi sebagai wujud syukur bahagia karena negara ini telah merdeka.

Hiasan-hiasan bertemakan tujuh belasan dan kemerdekaan banyak kita temui dimana-mana. Pun berbagai macam perlombaan diadakan untuk meramaikan sekaligus menyemarakkan dan mengisi hari kemerdekaan.

Ya, lomba tujuh belasan.

Lalu apa kaitannya dengan judi?

Ternyata lomba-lomba yang banyak diselenggarakan pada momen hari kemerdekaan khususnya untuk anak-anak, mengandung unsur judi di dalamnya. Lomba makan kerupuk, bawa bendera, membawa kelereng dengan sendok digigit, dan sebagainya.

Lomba tersebut dikatakan judi karena semua empat kriteria judi yang telah disebutkan di atas terpenuhi.

Biasanya, lomba seperti itu diselenggarakan oleh pengurus RT setempat. Para pemudanya membentuk panitia perlombaan yang kemudian bertugas untuk menentukan jenis lomba, kelompok usia peserta, hadiah, lokasi lomba, dan yang tidak  kalah penting ada meminta dan sumbangan dari setiap warga RT tersebut dan mendata anak-anak mereka.

Pendeknya, di hari H pelaksaan lomba, setiap anak yang menjadi peserta diikut sertakan dalam lomba, dan yang menang akan mendapatkan hadiah. Dan hadiah itu memang dibeli dari dana yang ditarik atau dikumpulkan dari orang tua mereka. Kalau sudah begitu, maka lomba seperti ini sama hal nya dengan taruhan atau judi yang hukumnya haram.

2. Traktir Bersyarat

Pada  dasarnya,  praktir traktir-mentraktir merupakan hal yang baik dan dibolehkan dalam agama. Bahkan dianjurkan, karena bisa dikatan bahwa dalam praktik traktir-mentraktir ada unsur saling memberikan hadiah.