Sistem Ekonomi Kerakyatan: Prinsip, Ciri, dan Peran Negara

Dalam suatu negara, sangatlah penting menerapkan sistem ekonomi, karena akan berpengaruh terhadap kekuatan dan kondisi ekonomi negara tersebut. Terdapat banyak konsep ekonomi belakangan ini. Dalam memilih sistem ekonomi yang akan diimplementasikan pada sebuah negara, haruslah mempertimbangkan beberapa foktor berikut;

  • Sistem kepemilikan terhadap sumber daya dan faktor produksinya
  • Keluwesan masyarakat dalam persaingan dengan sesamanya
  • Keharusan bersikap saat menerima imbal jasa dari prestasi kerja
  • Kadar pemerintah dalam perencanaan, pengaturan, dan pengarahan kegiatan ekonomi dan bisnis secara umum

Melalui pertimbangan di atas, Indonesia menerapkan sistem ekonomi kerakyatan. Sistem ekonomi ini diprakarsai oleh Muhammad Hatta yang merupakan Bapak Ekonomi dan Proklamator Kemerdekaan Indonesia. Sistem ini sangat dielukan pada masa krisis moneter 1998 karena dianggap berhasil menyelamatkan UMKM dari kemiskinan.

Lalu, apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi kerakyatan? Berikut penjelasannya.

Pengertian Sistem Ekonomi Kerakyatan

Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang pelaksanaannya berdasarkan pada kepentingan dan kemakmuran rakyat. Sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945 pasal 33, bahwa sistem ekonomi kerakyatan adalah suatu sistem untuk mewujudkan kedaulatan masyarakat di bidang ekonomi. Hal ini diperkuat dengan ayat 3 yang berbunyi; ‘Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan guna sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”

Oleh karena itu, semua cabang produksi penting harus dikuasai Negara. Jika tidak, tampuk produksi akan jatuh ke tangan seseorang yang berkuasa dan akan banyak rakyat yang ditindas.

Sedangkan menurut International Labour Organization (ILO), sistem ekonomi kerakyatan adalah sebuah sistem ekonomi tradisional yang dilakukan oleh masyarakat lokal (pelaku ekonomi sederhana seperti pedagang kecil dan UMKM) untuk mempertahankan hidupnya.

Dapat disimpulkan bahwa sistem ekonomi kerakyatan adalah suatu sistem perekonomian yang berlandas pada ekonomi rakyat sebagai kekuatannya. Sedangkan ekonomi rakyat merupakan suatu kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat dengan mengelola berbagai sumber daya ekonomi secara swadaya. Ditandai dengan adanya usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) pada tiga sektor, yakni primer, sekunder, dan tersier.

Contoh UMKM pada sektor primer adalah pertanian, perikanan, dan peternakan. Pada sektor sekunder yaitu pengolahan pascapanen, usaha kerajinan tangan, dan industri makanan. Sedangkan pada sektor tersier yaitu kegiatan perdagangan dan jasa yang memenuhi kebutuhan dasar.

Sifat-Sifat Sistem Ekonomi Kerakyatan