Tata Cara Wudhu yang Sempurna

26
  1. Jika Anda hendak berwudhu, konsenhasikan niat berwudhu dengan cara bahwa Anda benvudhu adalah bertujuan menghilangkan hadats kecil. Kemudian lakukan hal-hal berikut ini, supaya wudhu Anda memenuhi segala kewajiban dan kesunatan secara sempuma.
  2. Basuh kedua telapak tangan Anda sebanyak tiga kaliseraya membaca Bismillah W alhamdu Lilloh. Jika Anda sedang berwudhu dari air dalam bejana, jangan masukkan tangan Anda ke dalamnya, kecuali setelah Anda membasuh sepertiyang disebutkan tadi.
  3. Berkumurlah sebanyak tiga kali dengan sungguh-sungguh. Kecuali kalau Anda sedang berpuasa, karena hal itu dikhawatirkan akan ada air yang masukke kekerongkongan Anda, sehingga puasaAnda menjadi batal. Gunakanlah siwak atau sikat. Kalau tidak punya bisa menggunakan jarijari.
  4. Sedotlah air dengan hidung sebanyak tiga kali lalu semburkan sebanyak tiga kali pula, supaya hidung Anda bersih. Kecuali kalau Anda sedang berpuasa, karena hal itu dikhawatirkan akan ada air yang masuk ke kekerongkongan, sehingga puasaAnda menjadi batal. Berkumur dan menyedot air dengan hidung harus menggunakan tangan kanan, sedangkan menyeburkannya dengan tangan kiri.
  5. Basuhlah wajah Anda sebanyaktiga kali. Mulaidari bagian atas jidat sampai bagian bawah dagu. Jika Anda punya jenggot yang cuku lebat, Anda harus mengetengahinya, yakni dengan memasukkan jari-jari tangan Anda yang sudah dibasahi dengan air ke celah-celah rambut. Saat sedan g berwudhu bacalah doa All ahumaghfir Ii D zanbi, Wa Wossi’ li fi D an, W abank Ii li Rizq i (Ya Allah, ampun ilah dosaku, lapangkanlah kuburku, dan berkahilah rizkiku). “
  6. Basuhlah sepasang lengan Anda bersama dengan siku sebanyak tiga kali seraya digosok. Yakinkan bahwa air sudah merata. Mulailah dengan yang sebelah kanan. Tengah-tengahilah jari-jari tangan Anda untuk meyakinkan bahwa air sudah sampai secara merata, karena itulah yang disunnatkan.
  7. Usaplah seluruh kepalaAnda dengan menggunakan sepasang telapak tangan Anda mulai bagian depan kepala sampaibagian belakang, kemudian ulangi dari depan lagi. Usaplah kepala dengan menggunakan sebelah telapak tangan semya Anda putarkan pada mmbut supaya rata. Usaplah bagian depan kepala dengan sebelah telapak tangan, kemudian sempumakan pada sortan atau peci, bagi wanita pada tutup kepalanya. Jika merasa kesulitan membuka sebagian kepala karena ada wur atau sakit, Anda cukup mengusap tutup kepala saja, dengan syarat futup kepala tersebut harus tetap Anda pakai sampai selesai shalat.
  8. Setelah mengusap kepala, usaplah sepasang telinga Anda dengan menggunakan airyang baru, atau dengan menggunakan airyang dipal€i untuk mengusap kepala kalau memang masih ada. Mengenai tata cara mengusapsepasang telinga ialah, masukkan jari telunjukAnda untuk diputarkan ke bagian dalam telinga, sementara dalam waktu bersamaan jempolAnda berputar di sekitar telinga bagian luar.
  9. Basuhlah sepasang kaki Anda sebanyak tiga kali sembil menggosoknya. Yakinkan bahwa air sudah memta termasuk ke telapak kaki berikut mata kakinya. Tengahtengahilah jari-jari kaki Anda dengan memasukkan air di celah-celahnya, supaya air bisa merata ke semua permukaan kulit. Mulailah dengan kaki yang sebelah kanan, baru kemudian yang sebelah kiri.
  10. Setelah berwudhu bacalah doa Asyhod u Anla Ilaha lllallah, Wahdahu In Syanka Lah, Wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu wa Rasuluh. Allahummaj’ alni min Al:fawwabinaWaj’ alni min Al-Mutnthahhinn (Aku bersa|si bahwa sesungguhnya tidak ada Ti-rhan selain Allah semata yang tidak memiliki sekutu sama sekali, dan aku pun bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba sekaligus rasul utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang suka bersuci).” Bacalah pula doa Subhanaka AII ahumma w a Bihamdika, Asyhadu Anla llaha Illa Anta, Astaghfiruka wa Atubu Ilaika (Mahasuci Engkau, ya Allah berikut segala puji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku mohon ampun kepada Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau).”
  11. Setelah selesai berwudhu maka shalatlah sebanyak dua rakaat dengan khusyu’. Barangsiapa melakukan hal itu, niscaya Allah akan mengampuni dosa yang telah lalu. Inilah yang disebut shalat dua rakaat wudhu, dan hukumnya sunnat.
  12. Wudhu harus dilakukan secara maraton. Artinya, jika Anda sudah membasuh salah satu anggotawudhu, maka harus dilanjutkan pada anggota yang berikutnya tanpa menunggu cukup lama. Jika sampai terputus cukup lama menurut ukuran kebiasaan, sebagian ulama berpendapat wudhunya menjadi batal.
  13. Wudhu harus dilakukan secara tertib menurut urut-urutan yang telah ditentukan oleh syariat. Jika melanggar ini, maka menurut sebagian ulama wudhunya menjadi batal. Contohnya seperti mengusap kepala dahulu sebelum membasuh wajah, atau membasuh sepasang kaki terlebih dahulusebelum membasuh lengan atau sebelum mengusap kepala.

Referensi: Syaikh Hasan Ayub, Fikih Ibadah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini