Contoh Perbandingan Madzhab

Membaca Al – Fatihah dalam Shalat Jama’ah

Madzhab Hanafi
Menurut pendapat madzhab ini membaca di belakang Imam baik Al – Fatihah atau surat yang lain hukumnya makruh yang mendekati haram, baik shalat jahr ataupun sirri.
Madzhab Maliki
Menurut pendapat madzhab ini membaca di belakang Imam bagi makmum adalah sunnah hukumnya pada shalat sirri. Dan pada shalat jahr makruh hukumnya.
Madzhab Syafi’i
Menurut madzhab Syafi’i membaca Al – Fatihah hukumnya adalah wajib bagi setiap makmu di belakang Imam kecuali pada shalat jahr, maka diam mendengarkan bacaan shalat Imam lebih wajib.
Madzhab Hambali
Pendapat madzhab ini tentang bacaan surat Al – Fatihah sama hukumnya seperti madzhab Maliki

Bersentuhan Kulit Laki – Laki dan Perempuan

Madzhab Hanafi
Menurut madzhab Hanafi, bersentuhan kulit antara laki – laki dan perermpuan tidak membatalkan wudlu, kecuali apabila bersentuhan itu menyebabkan laki – laki terangsang.
Madzhab Maliki dan Madzhab Hambali
Apabila bersentuhan itu menimbulkan syahwat maka membatalkan wudlu, tapi apabila tidak menimbulkan syahwat maka tidak membatalkan wudlu.
Madzhab Syafi’i
Apabila bersentuhan itu tidak ada penghalang (aling – aling) maka membatalkan wudlu, kecuali dengan mahram sendiri. Tapi, apabila ada penghalang maka tidak membatalkan wudlu.

Sujud Syahwi

Madzhab Hanafi
Menurut madzhab Hanafi, apabila seseorang lupa dalanm jumlah raka’at shalat umapamanya, maka sujud syahwi itu dikerjakan setelah salam.
Madzhab Maliki
Sujud syahwi itu dilakukan melihat jumlah raka’at yang lupa. Apabila sujud syahwi itu karena kekurangan raka’at, maka sujud syahwi harus dikerjakan sebelum salam. Apabila kelebihan raka’at, maka sujud syahwi dikerjakan setelah salam.
Madzhab Syafi’i
Sujud syahwi dengan alasan apapun, lupa jumlah raka’at atau yang lainnya, maka dikerjakan sebelum salam.
DAFTAR PUSTAKA
  • Junaidi, Ahmad dkk. 2013. Al Hakim : Fiqh XII / Gasal. Klaten : Gema Nusa.
  • Habibi, Ilyas. 2014. Bahan Ajar Fiqh Kelas XI-XII Program Keagamaan(Tidak Diterbitkan). Cirebon : MAN Babakan Ciwaringin.
  • Hasbi Ash – Shiddieqy, T.M. 1985. Pengantar Ilmu Fqih. Jakarta : Bulan Bintang
  • Shobirin. 2013. Fiqh Ushul Fiqh. Jakarta : Dharma Bhakti. cet 2