Metode Pendidikan Anak Menurut Al Quran dalam surah Luqman Al-Hakim

38

1. Metode keteladanan

Metode keteladanan yang diterapkan oleh luqman ini berdasarkan pemahan terhadap penafsiran Al-Biqa’i yang menyatakan bahwa pengertian hikmah adalah ilmu yang diperkuan oleh amal dan amal yang didukung dengan ilmu . Dengan demikin, materi pendidikan yang diberikan oleh Luqman kepada putranya, sudah tentu dilandasi dengan ilmu dan sudah diamalkan.

Penggunaan metode keteladanan disebabkan oleh faktor psikologis bahwa murid-murid itu cendrung meneladani atau mencontoh pendidiknya. Dan hal ini sudah diakui oleh semua ahli pendidikan, baik dari barat maupun dari timur . Bahkan menurut Abdullah Nasih ‘Ulwan berkesimpulan bahwa metode keteladanan adalah metode yang paling berpengaruh dan terbukti paling berhasil dalam mempersiapkan dan membentuk aspek moral, spiritual dan etos sosial anak didik .

2. Metode Mau’idzah

Metode nasihat yang dipakai oleh luqman berdasarkan pemahan terhadap ayat 13, yaitu pada lafadz……. Metode mau’idzah dalam pendidikan Luqman ini diterapkan dengan penuh kasih sayang sebagaimana pemahaman terhadap panggilan mesra luqman pada anaknya. Penggunaan fiil mudhari’ mengisyaratkan bahwa mau’idzah itu seharusnya dilakukan terus-menerus, dari waktu ke waktu .

Al-Mawardi menyampaikan bahwa seorang pendidik harus tampil sebagai penyayang, menurutnya secara psikologis, setiap manusia lebih suka diperlukan dengan carayang lembut dan halus dari pada diperlakukan secara keras dan kasar.

Ada kunci sukses menetapkan metode nasihat ini, yaitu: pertama, yang member nasihat merasa terlibat dalam isi nasihat itu. Kedua, yang memberi nasihat harus merasa prihatin terhadap orang yang dinasihati. Ketiga, yang menasihati harus ikhlas. Keempat, nasihat harus dilakukan secara berulang-ulang .

3. Metode Diskusi (Hiwar)

Metode diskusi yang digunakan luqman dalam pendidikannya berdasarkan beberapa argumentasi yang diberikan oleh luqman, seperti pada ayat 13 ketika luqman melarang putranya untuk menyekutukan Allah SWT, sudah tentu dalam benak putranya terbesit sebuah pertanyaan “wahai ayah, mengapa aku tidak boleh menyekutuka Allah?” luqman pun menjawab: “ karena sesungguhnya syirik adalah kedzaliman yang amat besar”.

Menurut Ibnu Sina, metode diskusi dapat dilakukan dengan cara penyajian pelajaran kepada siswa yang dihadapakan pada suatu masalah yang dapat berupa pertanyaan yang bersifat problematic untuk dibahas dan dipecahkan bersama. Ibnu sina menggunakan metode ini untuk pengajaran penetahuan yang bersifat rasional dan teoritis .

4. Metode Perumpamaan

Dalam surat luqman ayat 12-19 ada dua bentuk perumpamaan yaitu, ayat 16 dan ayat 19. Pada ayat 16 ada contoh (tamtsil) untuk menjelaskan tentang keluasan ilmu Allah SWT, yang meliputi segala sesuatu , baik yang besar maupun yang kecil, yang agung maupun yang hina, dan Allah maha mengetahui terhadap sesuatu yang paling kecil dan berada di tempat paling tersembunyi. Sedangkan ayat 19 adalah isti’arah tamtsiliyah, yaitu menyerupakan orang-orang yang mengeraskan suaranya (dengan berlebih-lebihan) dengan keledai .

Penggunaan metode amtsal ini mempunyai beberapa kelebihan sebagaiman paparan al-nahlawi berikut ini: pertama, mempermudah memahami konsep yang abstrak. Kedua, perumpamaan dapat merangsang kesan terhadap makna yang tersirat dalam perumpamaan tersebut. Ketiga, perumpamaan sebagai metode pendidikan harus logis, dapat dipahami dan memperjelas konsep. Keempat, amtsal Al-Qu’an dan nabawi memberi motivasi kepada pendengar untuk berbuat baik dan menjauhi kejahatan. Jelas hal ini amat penting dalam pendidikan islam .

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini