Pendekatan Bahasa Dalam Kajian Al-Qur’an

Pengertian Bahasa (Linguistik)

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi antara satu dengan yang lain, agar komunikasi diantara mereka berjalan dengan baik dan lancar dibutuhkan sarana yang mampu menjembatani keinginan dan maksud yang akan disampaikan, dalam hal ini media komunikasi yang paling berpengaruh dalam kehidupan manusia adalah bahasa. Beberapa pakar berupaya memberikan defenisi bahasa.[1]

Ibnu Jinni, seorang linguis Arab mendefinisikan bahasa sebagai bunyi yang digunakan oleh setiap kaum untuk menyampaikan maksudnya. Bunyi-bunyi bahasa menurut Plato secara implisit mengandung makna-makna tertentu. Aminuddin mengartikan bahasa sebagai sistem lambang arbitrer yang dipergunakan suatu masyarakat untuk berkerja sama, berinteraksi dan mengindentifikasi diri. Sebagai media komunikasi, bahasa harus dapat dipahami dan dimengerti, untuk itu bahasa harus bersifat sistematis dan sistemis. Bahasa mesti bersifat sistematis karena bahasa memiliki kaidah atau aturan tertentu, dan bersifat sistemis karena memilki subsistem, yaitu, subsistem fonologis, subsistem gramatikal dan subsistem leksikal.[2]

 Dalam mencari makna dari sebuah kata ketiga subsistem bahasa tersebut menjadi objek kajian semantik. Linguistik adalah studi bahasa secara ilmiah dengan fokus utamanya adalah struktur bahasa, sedangkan tujuan dan objek utamanya adalah bagaimana orang menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Ahli linguistik yang disebut linguis menurut Verhaar tidak berurusan dengan bahasa sebagai alat pengungkap afeksi atau emosi, atau bahasa sebagai sifat khas golongan sosial atau bahasa sebagai alat prosedur pengadilan, hal tersebut menjadi urusan ahli psikologi, sosial dan hukum sedangkan yang menjadi kekhususan ilmu linguistik adalah bahasa sebagai bahasa.[3]

Pembagian Bidang Linguistik (Bahasa)

Secara umum pembidangan linguistik di bagi atas:

  1. Menurut objek kajiannya dibagi menjadi dua bagian besar linguistik mikro dan makro. Objek kajian linguistik mikro adalah struktur internal bahasa itu sendiri yang mencakup struktur fonologi, morfologi, sintaksis dan leksikon. Sedangkan linguistik makro mengkaji bahasa dalam hubungannya faktor di luar bahasa seperti faktor sosiologis, psikologis, antropologi dan neurologi.
  2. Menurut tujuan kajiannya dibagi atas linguistik teoritis dan linguistik terapan. Linguistik teoritis bertujuan untuk mencari atau menemukan teori-teori linguistik belaka sedangkan kajian terapan ditujukan untuk menerapkan kaidah-kaidah linguistik dalam kegiatan praktis seperti pengajaran bahasa, penerjemahan, penyusunan kamus dan sebagainya.
  3. Linguistik sejarah dan sejarah linguistikLinguistik sejarah mengkaji perkembangan dan perubahan suatu bahasa, sedangkan sejarah linguistik mengakaji perkembangan ilmu linguistik mengenai tokoh-tokohnya, alira teorinya, amupun hasil kerjanya.

Verhaar merumuskan bidang-bidang dasar linguistik yang menyangkut struktur dasar tertentu dalam berbagai bagian: struktur bunyi dan bahasa (fonetik dan fonologi), struktur kata (morfologi), struktur antar kata dalam kalimat (sintaksis), arti atau makna (semantik), menyangkut siasat komunikasi antar orang (parole), pemakian bahasa dan hubungan tuturan bahasa dengan apa yang dibicarakan (pragmatik).